Almi Hamid Shock Lihat Rumah Tinggal Puing

Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Kalianda. Kali ini amukan si jago merah menghabiskan rumah milik Almi Hamid

Tayang:
Editor: muhammadazhim
zoom-inlihat foto Almi Hamid Shock Lihat Rumah Tinggal Puing
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/DEDI SUTOMO
Rumah milik Almi Hamid, warga Desa Kesugihan, Kecamatan Kalianda habis dilalap api, Selasa (26/3/2013).
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Kalianda. Kali ini amukan si jago merah menghabiskan rumah milik Almi Hamid, warga Desa Kesugihan, Kecamatan Kalianda.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut penuturan beberapa warga, api pertama kali terlihat membakar rumah Almi yang sebagian bahannya terbuat dari papan pada sekitar pukul 16.15 wib, Selasa (26/3/2013). Api pun dengan cepat membesar dan melalap habis rumah berikut isinya. Sekalipun beberapa warga yang melihat api segera melakukan upaya pemadaman.

"Saat kejadian, Almi dan istrinya sedang berada di kebun. Sebab sehari-hari ia dan istrinya selalu ke kebun dan baru pulang pada sore hari," ujar Kepala Desa Kesugihan, Mukhlisin.

Selang sekitar 30 menit kemudian, jelasnya, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan tiba di lokasi untuk memadamkan api.

Selang sekitar 30 menit kemudian kobaran api dapat dipadamkan. Namun, ungkap Mukhlisin, seluruh isi rumah habis terbakar. Almi Hamid dan keluarga pun sempat shock mendapati rumahnya hangus terbakar.

Ditambahkannya, sejauh ini masih belum diketahui asal api. Namun peristiwa kebakaran yang terjadi pada sore hari tersebut sempat membuat warga sekitarnya sempat panik.

"Warga bersama dengan petugas pemadam kebakaran berusaha untuk memadamkan api agar tidak menjalar ke rumah lainnya," pungkas Mukhlisin.

Dari pantauan Tribunlampung di lokasi kebakaran melihat sebaian besar rumah semi permanen yang sebagian besar bermaterikan papan tersebut hanya menyisakan puing-puing.(dedi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved