TribunLampung/

Rehab Masjid Taqwa Jangan Meninggalkan Ciri Khas

Rehabilitasi atau pemugaran Masjid Taqwa Kota Metro diharapkan mampu mewujudkan bangunan masjid yang representatif

METRO, TRIBUN - Rehabilitasi atau pemugaran Masjid Taqwa Kota Metro diharapkan mampu mewujudkan bangunan masjid yang representatif, dan memenuhi harapan seluruh masyarakat. Sehingga nantinya bisa memberikan manfaat bagi seluruh kalangan.

"Masjid Taqwa adalah masjid yang menjadi barometer masjid-masjid lain di Metro, karena itu harus representatif," ujar Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Metro Nasrianto Effendi, Selasa (2/4) lalu.

Karena merupakan barometer, maka bangunan juga harus memiliki nilai estetika, dan memiliki karakter, sebagai pembeda dengan masjid lainnya. Dengan anggaran rehab yang besar yakni sekitar Rp 18 miliar, maka barang tentu harus memenuhi harapan masyarakat secara luas.

"Masjid ini utamanya untuk ibadah, namun tidak boleh dilupakan juga manfaatnya sebagai pusat kegiatan sosial keagamaan," tuturnya. Karena itu, masjid diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat.

Ia mencontohkan, perlunya perpustakaan di komplek tersebut untuk mendukung pengembangan budaya baca, khususnya di bidang keagamaan. Bahkan jika memungkinkan, perlu pula tempat khusus yang disediakan bagi warga yang beristirahat setelah perjalanan jauh.

"Misalnya ada warga yang tidak memiliki uang, dan harus menginap, maka bisa menginap di masjid ini," kata dia. Selain itu, pihaknya juga berharap, proses rehab memperhatikan aspek sejarah.

Menurutnya, bangunan masjid jangan sampai meninggalkan ciri khas dari bangunan sebelumnya, mengingat selama ini Masjid Taqwa telah menjadi ikon kota. Kubah misalnya, walaupun diganti dengan yang baru, paling tidak mirip atau sama dengan kubah sebelumnya.

Rehabilitasi total Masjid Taqwa Kota Metro hanya menyisakan menara lama. Seluruh bangunan masjid dirubuhkan, dan kubahnya akan diganti dengan baru yang lebih lebar menyesuaikan bangunan baru berlantai dua.

"Pekerjaan ini diberi waktu 13 bulan untuk merampungkannya, terhitung sejak Maret ini," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kota Metro Edwin Soni beberapa waktu lalu. Karena itu diharapkan rekanan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan.

Ia mengakui, rehabilitasi masjid ini membongkar hampir seluruh bangunan, termasuk kubah.
"Untuk kubah diganti yang lebih lebar, karena masjid akan menjadi berlantai dua, namun model kubahnya mirip yang lama," ungkapnya.(leo)

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help