• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Lampung

Juprius Protes Rakor Pendataan Bacaleg Hanura

Senin, 15 April 2013 09:09 WIB
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pendataan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Lampung dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) oleh kubu Albertus Haryono, Minggu (14/4), menuai protes dari Juprius. Juprius bahkan mendatangi Hotel Widara Asri, Pahoman, tempat pelaksanaan rapat koordinasi (rakor) pendataan tersebut.

Dalam rakor itu, sekitar 46 bacaleg hadir. Ada pula Albertus Hariyono yang mengklaim telah mendapat SK dari DPP Partai Hanura mengenai penunjukan dirinya sebagai ketua definitif DPD Lampung, Nuraini selaku sekretaris definitif DPD sesuai SK DPP, serta Ketua Fraksi DPRD Lampung Nurhasanah.

Juprius tiba-tiba muncul dan langsung duduk di barisan depan saat Nurhasanah sedang memberi pemaparan teknis kepada bacaleg dan rakor sudah berlangsung sekitar 20 menit.

Juprius menyatakan, untuk menentukan dan menetapkan nomor urut bacaleg, harus melalui tim pencalegan terlebih dahulu. "Ini bukan kocok bekem. Saya tahu urutan pertama dan kedua yang menempati adalah Nuraini dan Edward Marpaung. Ini kan lucu. Saya yang jelas-jelas anggota DPRD malah di urutan ketiga," katanya melalui telepon, Minggu (14/4) malam.

Menanggapi pernyataan Juprius, Albertus menyatakan dirinya tidak menggubris langkah anggota DPRD Lampung itu. "Dia (Juprius) hanya anggota DPRD dari Hanura kemarin. Jadi, dia bukan siapa-siapa," ujarnya.

Menurut Albertus, pelaksanaan rakor itu merupakan rekomendasi untuk DPP, bukan untuk pendaftaran daftar calon sementara (DCS) ke KPU. "Kalau dia pintar, harusnya dia berpikir untuk menomorsatukan DPP, bukan malah teriak-teriak di sini," katanya.

Albertus menilai, jika Juprius tak mengakui dirinya sebagai ketua definitif, mengapa hadir dalam rakor. "Ini kan menunjukkan bahwa ada ketidakkonsistenan dari dia," tandasnya.

Albertus telah memindahkan kantor DPD ke rumahnya di Jalan Ir Juanda, Pahoman, dengan alasan untuk menghindari konflik. Pihaknya kini sedang mencari kantor baru. Jika sudah dapat, ia memastikan, kantor DPD tidak lagi di rumahnya.

Sejumlah pendukung Juprius sempat menduduki kantor DPD di Jalan Ahmad Dahlan, Pahoman, Jumat (12/4). Juprius menyatakan, langkah itu merupakan bentuk penolakan atas kepemimpinan Albertus.

"Kami tetap di kantor DPD karena kantor DPD memang di sana. Tadi itu teman- teman dari 14 DPC dan dua organisasi sayap sepakat menolak Albertus," kata Juprius akhir pekan lalu.(noval/tribun cetak)
Editor: taryono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas