Lazio vs Juventus: Laga Dua Tim Sakit Hati
Inilah laga dua tim yang sedang sakit hati. Juventus baru saja tersingkir dari Liga Champions
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Inilah laga dua tim yang sedang sakit hati. Juventus baru saja tersingkir dari Liga Champions setelah dua kali dipermalukan Bayern Muenchen dengan skor agregat 0-4. Pun demikian Lazio yang tersingkir dari ajang Europa League setelah disikat wakil Turki, Fenerbahce dengan skor agregat 1-3.
Bagi Lazio, kegagalan mereka di Eropa punya makna bahwa mereka memang harus fokus di Serie A. Posisi tim biru langit ini sendiri kini berada di peringkat lima dengan 51 poin, tertinggal empat poin dari Fiorentina di posisi empat, dan tujuh poin dari AC Milan di peringkat tiga.
Kemenangan menjadi harga mati agar mereka bisa membuka peluang untuk meraih tiket berkompetisi lagi di Eropa musim depan.
"Kekalahan ini (dari Fenerbahce, Red) memang menyakitkan. Tapi, kita harus melupakannya dan mencoba untuk tetap fokus melawan Juventus, Senin nanti. Kami ingin tetap menempel di posisi puncak klasemen, serta memenangkan pertandingan tersebut, " kata pelatih Lazio, Vladimir Petkovic seperti dikutip Tribunnews.com dari Soccerway.
Dengan telah pulihnya lagi Miroslav Klose, Lazio bisa memasang lagi formasi andalan mereka 5-5-1. Legenda hidup Jerman ini mengalami cedera panjang. Absennya Klose menjadi alasan utama Lazio tergusur dari peringkat tiga ke peringkat lima klasemen sementara. Pengalamannya yang segudang bakal jadi komponen vital untuk menggerogoti lini belakang Juventus yang harus kehilangan Giorgio Chiellini.
Klose bakal disetel sebagai lone striker alias penyerang tunggal. Ia bakal disokong lima gelandang, yang disebut-sebut sebagai gelandang terbaik di Serie A. Tak bisa dipungkiri pertempuran lini tengah yang menarik akan terjadi mengingat Juventus juga punya para gelandang yang handal.
Antonio Candreva, yang dipinjamkan ke Turin tahun lalu, sudah menemukan performa terbaiknya di tim ibu kota ini dan akan jadi partner ideal dengan Stefano Mauri. Tiga gelandang lainnya, Ledesma, Ogenyi Onazi, dan Hernanes, bakal jadi monster yang mengganggu konsentrasi lini pertahanan Juventus.
Terutama Hernanes. Tak diragukan lagi, pemain asal Brasil ini merupakan salah satu pembelian terbaik di Serie A. Ia menjadi inspirator serangan Lazio selama ini. Demikian juga dengan Ogenyi Onazi yang selama ini tampil impresif.
Di kubu Juventus, pelatih Antonio Conte harus memastikan bahwa kegagalan mereka di Liga Champions tak punya dampak langsung di kompetisi Serie A. Saat ini mereka masih bertahkta di pemuncak klasemen sementara dengan poin 71 poin, terpaut sembilan poin dari peringkat dua Napoli.
Sayangnya, di laga bergengsi ini tim Nyonya Tua harus kehilangan bek handal Giorgio Chiellini yang cedera saat latihan, dan diprediksi absen selama tiga pekan. Federico Peluso sepertinya bakal jadi pemain pengganti di sisi kiri dari trisula pertahanan Juventus. Peluso bakal berpartner dengan duo bek lainnya, Andrea Barzagli, dan Leonardo Bonucci. Ketiganya dipastikan akan bekerja keras menahan gempuran Lazio.
Di lini tengah, lima gelandang Juve Lichtsteiner, Vidal, Pogba, Marchisio, Asamoah bakal beradu sakti dengan para pandawa lima Lazio. Saat melawan Bayern Muenchen, para gelandang ini tampil cukup impresif, sayangnya aksi mereka tak bisa dituntaskan para bomber.
Lini depan memang salah satu kelemahan Juventus selama ini. Di dua laga melawan Muenchen, tak satu pun dari Marco Vucinic, Alessandro Matri, Sebastian Giovinco, maupun Fabio Quagliarella yang mampu memberikan ancaman.
Peluang kemenangan di kandang Lazio akan terbuka lebar, jika skuad Bianconerri mampu bermain tenang dan membiarkan tuan rumah lengah dengan serangan derasnya yang kerap membuat lubang di pertahanan.
"Tersingkir dari Liga Champions memang membuat sakit hati. Tapi kini kita punya laga yang menanti di depan, dan ini bisa jadi ajang pelampiasan sakit hati kita. Lazio tim yang kuat, tapi kita akan mengalahkan mereka," ujar sang bomber, Matri, penuh keyakinan. (Tribunnews.com/den)