A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Polres Terima Lima Laporan Asusila - Tribun Lampung
Sabtu, 22 November 2014
Tribun Lampung

Polres Terima Lima Laporan Asusila

Sabtu, 20 April 2013 08:11 WIB

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Polres Lampung Utara (Lampura) menerima sedikitnya lima laporan kasus tindak asusila (pemerkosaan atau pencabulan anak di bawah umur) terhitung sejak Januari 2013 hingga sekarang.

"Ada lima laporan yang kami terima terkait kasus tindak asusila. Memang masih ada pelaku yang belum tertangkap karena setelah melakukan pemerkosaan, mereka langsung melarikan diri keluar daerah," ujar Kasat Reskrim Polres Lampura AKP Bunyamin, Jumat (19/4).

Bunyamin menjelaskan, faktor utama terjadinya pemerkosaan tersebut karena pengaruh beredarnya gambar atau film porno.

Selain itu, rata-rata korban dan pelaku masih pelajar baik SMP atau pun SMA, bahkan ada pula korban yang masih balita.

Karena itu, Bunyamin mengimbau kepada para orang tua yang mempunyai anak wanita di bawah umur, agar tidak ditinggalkan atau dititipkan dengan orang lain.

"Terjadi pemerkosaan atau pun pencabulan anak di bawah umur, diawali dengan bujuk rayu seperti memberikan makanan, jajanan, uang, dan lainnya," tandasnya.(ang)

sidebar..//
Giatkan Lagi Razia
Karjuli Ali, salah satu praktisi hukum Kabupaten Lampung Utara, mengatakan bahwa berdasarkan fakta di persidangan, faktor pemerkosaan atau pencabulan kebanyakan karena pengaruh gambar atau film porno.

"Seharusnya diadakan kembali penyisiran konter-konter ponsel yang menyediakan konten gambar atau film porno, serta kembali menggalakkan razia di sekolah-sekolah," kata Karjuli Ali, Jumat (19/4).

Dia menegaskan, razia tersebut bukan untuk menyita ponsel yang kedapatan menyimpan gambar atau film porno, melainkan untuk dihapus.

"Rata-rata pelaku dan korban adalah mereka yang masih SMP atau SMA, dan terjadi atas unsur paksaan. Mirisnya pernah ada tujuh orang pelaku yang menggilir satu orang wanita dan itu masih SMA," jelasnya.

Karena umumnya kasus pemerkosaan terjadi di bawah umur, Karjuli Ali menyarankan para orangtua memberi perhatian ekstra pada anak mereka. Seperti memperhatikan di mana anak-anaknya bersosialisasi dengan teman atau lingkungannya.

Serta tidak lupa dengan membekalkan ilmu-ilmu agama dan tidak meninggalkan anak apabila mengalami kasus tersebut. Namun tetap memberikan kasih sayang sehingga korban tetap merasa ada yang menyayanginya.(ang)
Editor: soni

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas