Nelayan Bingung dengan Sistem Dua Harga BBM

Rencana pemerintah menerapan sistem dua harga bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis premium dan solar

Tayang:
Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Rencana pemerintah menerapan sistem dua harga bahan bakar minyak (BBM) untuk jenis premium dan solar mendapat reaksi dari kalangan nelayan di wilayah Kalianda dan pesisir pantai wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Para nelayan merasa bingung dengan rencana tersebut. Dan mereka melihat rencana pemerintah tersebut akan membuat mereka kian terjepit. Pasalnya dalam rencana pemerintah menerapan dua harga BBM, hanya pengendara roda dua dan kendaraan umum yang bisa membeli BBM dengan harga Rp. 4.500 perliter.

"Lalu kita para nelayan ini masuk dalam katagori apa. Apakah kita bisa beli BBM Rp.4.500 atau kita harus beli dengan harga Rp.6.500 perliter," terang Udin, salah seorang nelayan di TPI Kalianda, Selasa (23/4).

Kebingungan para nelayan tersebut sangat wajar. Pasalnya selama ini mereka membeli BBM untuk operasionaal melaut melalui SPBU umum. Sebab sejauh ini belum ada SPBU khusus di TPI Kalianda.

"Kalau kita harus membeli dengan harga Rp. 6.500 perliter akan sangat memberatkan. Kita para nelayan akan kian terjepit," tandas Udin.(Dedi/tribunlampung)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved