Kolom Jurnalis

Pasar Seni Enggal: Atap Tribun Baru Dipasang Kini Sudah Bocor

Masih ada kebocoran di sana sini bila hujan datang. Malahan dia menunjukkan sisa air hujan yang menetes dari atap.

Pasar Seni Enggal: Atap Tribun Baru Dipasang Kini Sudah Bocor
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/TARYONO
seorang pekerja di Pasar Seni Enggal
Taryono
Wartawan Tribun Lampung.co.id

JAM baru menunjukkan pukul 08.30 WIB, tapi matahari begitu terik. Pagi itu di Pasar Seni Enggal, Bandar Lampung, tangan seorang pekerja tampak cekatan menghantamkan palu ke kepala pahat. Sejurus kemudian keramik-keramik putih itu pecah menjadi beberapa bagian. Begitu juga semen yang semula merekatkannya ambrol.

Tak, tak, tak!. Itulah suara yang saya dengar di lokasi. Saling bersahutan satu sama lainnya. Sebab di situ ada enam pekerja yang tengah membongkar keramik  di bagian tribun.

"Mau diapain ini Mas?," kata saya membuka percakapan. Mendengar pertanyaan saya, pekerja yang mengenakan kaus bergambar Wali Kota Bandar Lampung Herman HN itu pun menghentikan pekerjaannya. Lalu dia menjelaskan bahwa keramik-keramik tersebut akan diganti yang baru, menyesuaikan warna keramik di bagian tribun paling bawah.

Sejurus kemudian, pria itu mengambil sebungkus rokok  di lokasi tidak jauh dia berdiri. Tras! pria itu kemudian membakar sebatang rokok yang ada di bibirnya lalu mengisapnya. Asap putih pun mengepul dari hidung dan mulutnya.

Lalu saya yang berdiri tidak lebih tiga meter darinya terus memberondong dengan banyak pertanyaan. Bak seorang polisi menginterogasi maling yang baru ditangkapnya. Darinya kemudian saya tahu bahwa atap tribun yang baru beberapa bulan dipasang hasilnya kurang memuaskan. Masih ada kebocoran di sana sini bila hujan datang. Malahan dia menunjukkan sisa air hujan yang menetes dari atap.

Lalu dia juga bercerita soal  panggung yang akan dibangun permanen, atap yang menghubungkan antara panggung dengan tribun, soal pengelola pasar seni yang berganti-ganti, hingga pengalamannya merantau mulai dari Timor Timor, Iran Jaya, Jakarta, dan Lampung. Termasuk juga hajatan besar  yang bakal digelar di Pasar Seni pada 20 Mei mendatang.

***
Sejak  dikosongkan bulan Maret dan kunjungan saya pada November tahun lalu, rupanya pasar seni tersebut tidak banyak berubah.  Kalaupun ada perubahan, paling-paling bagian tribun penonton sudah dipasang atap dan penggatian keramik. Sementara bagian pemondokan yang jumlah belasan itu belum juga dilakukan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari renovasi yang digulirkan Pemkot Bandar Lampung pada tahun 2012 lalu. Renovasi  bertujuan mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus lebih menghidupkan pusat kesenian dan UMKM di kawasan tersebut.

Pegiat  tentu berharap pemkot  secepatnya  menuntaskan renovasi  pasar seni tersebut. Ini supaya mereka bisa memiliki tempat yang layak dan nyaman  untuk melahirkan karya-karyanya, termasuk juga memasarkannya.

Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved