A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Konsumsi BBM Suzuki Ertiga Matik 13,8 kpl - Tribun Lampung
Minggu, 23 November 2014
Tribun Lampung

Konsumsi BBM Suzuki Ertiga Matik 13,8 kpl

Sabtu, 4 Mei 2013 18:24 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sebelum diluncurkan, Suzuki Indomobil Sales (SIS) R4 mengajak 22 media nasional untuk menjajal (test drive) Suzuki Ertiga bertransmisi matik dengan rute Jakarta - Bogor - Jakarta sebagai wakil jalur pariwisata keluarga baru yang memiliki berbagai kondisi, 30 April-1 Mei lalu. Setiap unit berisi 4 orang, kebetulan KompasOtomotif hanya bertiga dan ingin merasakan sebagai penumpang ketika berangkat dari SCBD menuju Bogor.

Kondisi lalu lintas pagi itu sedang ramai, cenderung macet karena masih jam kerja. Dengan kondisi jalan merayap kecepatan 20 - 40 kpj, perpindahan gigi otomatis 4 percepatan terasa halus dan minim hentakan. Begitu pula saat mengembangkan kecepatan di jalan tol.

Tanjakan
Masuk etape kedua, dari  Bogor menuju Highland Park Resort, Ciomas, KompasOtomotif mengambil alih lingkar kemudi. Karakter jalan mulai menantang, terlebih saat masuk  Ciomas. Jalan sempit dan berlubang kerap menghadang ditambah lagi angkutan kota yang kerap berhenti mendadak. Karena sistem rem MPV ini sudah dilengkapi ABS dan EBD bukan halangan.

Mendekati kawasan Highland Park Resort, jalan menanjak lebih sering ditemui. Ada sebuah tanjakan cukup panjang dengan kemiringan sekitar 30-40 derajat, performa mesin dan transmisi matik diuji. Mobil sengaja dihentikan sebelum menanjak dan tuas persneling tetap di posisi D. Begitu gas ditekan, mesin langsung merespon dengan baik dan torsi  yang 130 Nm terasa mumpuni untuk kondisi tersebut.

Macet
Setelah bermalam, keesokan harinya KompasOtomotif  tetap berada di belakang kemudi. Ketika hendak memasuki Bogor  dihadang kemacetan parah, untuk menempuh 1 km butuhkan waktu hingga 1 jam lebih. Antrean angkutan kota yang parkir sembarangan dan minimnya  petugas menjadi penyebab utama kemacetan. Bahkan jika dilihat dari layar informasi di panel terjadi penurunan angka rata-rata konsumsi BBM hingga 0,8 poin.

Tenaga
Saat memasuki tol Jagorawi menuju Bukit Sentul, kebetulan kondisi jalan sangat lengang, kesempatan tersebut digunakan untuk mencoba akselerasi yang dihasilkan mesin bertenaga 95 PS. Respon saat pedal gas ditekan hingga mentok cukup cepat dan perpindahan gigi terasa halus. Namun pada kondisi tanggung dan hendak menyalip, paling mantap dan responsif ketika overdrive dinonaktifkan. Caranya, tinggal pencet tombol yang berada di  samping tuas persnelling. Posisi on/off bisa dilihat pada layar panel utama.

Karena asyiknya membejek gas, tanpa disadari jarum kecepatan sudah menunjuk 165 kpj. Untuk alasan keselamatan bersama, akhirnya bukaan gas kembali dikendurkan dan melaju pada kecepatan yang dianjurkan.

Dengan kondisi jalan yang relatif lancar akhirnya rombongan tiba di lokasi pemberangkatan dengan selamat meski waktu agak molor dari jadwal hingga 2 jam. Sebelum turun dari mobil, KompasOtomotif mencatat konsumsi BBM yang tertera pada panel menunjukkan 13,8 kpl. Hasil tersebut merupakan penggunaan bahan bakar selama perjalanan 2 hari dengan jarak tempuh 172 km dan kondisi mengemudi seperti di atas.(*)
Editor: muhammadazhim
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas