Oedin Mau Jadi Preman Saja

Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menilai bahwa peran media, baik cetak maupun elektronik, sangat penting bagi dirinya

Tayang:
Editor: soni

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menilai bahwa peran media, baik cetak maupun elektronik, sangat penting bagi dirinya. Dia bahkan sudah meminta para jajarannya untuk menjadwalkan pertemuan minimal dua kali dalam sebulan dengan awak media.

"Saya ingin sekali mengembalikan suasana seperti dulu. Buat saya, paling merasa penting adalah wartawan," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara ramah-tamah dengan insan media cetak dan elektronik di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Pemprov Lampung, Jumat (3/5).

Oedin, sapaan akrab Sjachroedin ZP, juga menyampaikan permintaan maafnya kepada rekan-rekan media yang hadir memenuhi undangannya tersebut. "Kalau selama ini saya kurang berkomunikasi dengan para pemimpin media cetak maupun elektronik, saya minta maaf," sambungnya.

Dia mengaku sering meminta kepada jajarannya untuk mengatur pertemuan dengan para kuli tinta. "Tapi, seperti tidak ada yang paham. Saya ini kan sibuk. Jadi saya meminta mereka yang mengatur waktu saya," imbuh Oedin.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1970 ini juga sudah mencoba untuk memfasilitasi para jurnalis yang mencari berita di lingkungan Pemprov Lampung. "Seperti adanya media center itu. Saya buatkan supaya teman teman wartawan ini bisa kongko- kongko sembari menunggu saya," seloroh mantan Kapolda Sumatera Selatan itu. 

Dia kembali menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan jika ada yang mengkritik. "Saya terima kok kalau dikritik. Asal jangan fitnah. Dari dulu saya tidak suka memfitnah atau difitnah. Jadi kalau ada yang mengkritik saya, saya tidak apa-apa," kata Oedin lagi.

Dalam kesempatan itu pula, Oedin sempat mengkritisi para pejabat yang senang sekali blusukan. Menurutnya, pejabat blusukan itu adalah pejabat asongan. "Kenapa pejabat asongan? Karena kalau asongan kan banyak yang dibawa," ungkapnya seraya disambut tawa tamu yang hadir.

Ia juga menyatakan siap berhenti dari dunia perpolitikan. "Sudahlah, saya istirahat saja. Lagi pula, saya sudah muak dengan suasana politik saat ini," bebernya. Oedin mengatakan setelah lengser nanti, dirinya berencana menjadi preman. "Saya mau jadi preman saja. Tetapi, preman yang benar. Preman yang mengkritisi apa kerja pemerintahan yang tidak benar," candanya.

Terakhir, Oedin kembali menegaskan bahwa sehabis masa jabatannya nanti tahun 2014, gubernur yang akan menggantikannya tinggal memantau saja jalannya pembangunan di Bumi Ruwa Jurai ini.

"Setelah saya, gubernur pasti habis. Kenapa? Karena semua program unggulan sudah selesai dikerjakan di masa saya. Jadi, mereka (gubernur berikutnya) sudah tinggal melihat saja," tandasnya. (val)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved