Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Lampung

Jurnalis KompasTV Dikeroyok Geng Motor

Minggu, 12 Mei 2013 12:07 WIB

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Seorang jurnalis KompasTV bernama Harko Setiono (24) menjadi korban penganiayaan geng motor di Jalan R.E. Martadinata, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (15/5/2013) sekitar pukul 00.10 WIB. Usai mengeroyok, para pelaku melarikan diri.

Harko mengungkapkan, insiden itu terjadi usai ia meliput acara Jakarta Food Festival di Kelapa Gading sambil ditemani kekasihnya, Kaniya Nur Rahmi (22). Keduanya kemudian hendak pulang dengan mengendarai motor Kawasaki Athlete B 3972 BDC melalui Jalan Sunter, Jakarta Utara. Di tengah jalan, korban pun bertemu geng motor.

"Ada tiga motor, enam orang, satu di antaranya perempuan. Mereka sepertinya lagi mabuk, jalan di tengah nutupin pengendara lain sambil ugal-ugalan," ujarnya kepada Kompas.com, Minggu.

Begitu mendapat sedikit celah, Harko kemudian melajukan kendaraan roda duanya menyalip gerombolan motor tersebut. Rupanya, manuver motor Harko menyinggung perasaan anggota geng motor itu. Para pelaku pun mengejar laju Harko kemudian memukul helmnya menggunakan tangan kosong. Tidak hanya itu, mereka mencegat motor Harko sambil mengeluarkan kata -kata berisi ancaman.

Harko melanjutkan, dirinya tidak terpancing atas ulah para anggota geng motor tersebut. Ia pun kembali melajukan motornya hingga memasuki Jalan RE Martadinata, tepatnya dekat dengan Taman BMW, Pademangan, Jakarta Utara. Di tempat itu aksi penganiayaan terhadap Harko berulang. Satu orang anggota geng motor kembali memukul helm Harko menggunakn sebuah botol minuman keras.

"Saya kesal, makanya saya berhenti. Mereka langsung turun dan mengeroyok saya. Muka saya ditonjok, badan saya dipukulin. Saya enggak tahu dipukulnya pakai apa, yang jelas wajah saya lebam dan hidung saya berdarah," lanjutnya.

Pria lulusan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) angkatan 2007 tersebut mengaku tidak berdaya saat dikeroyok oleh para pelaku. Ia baru melawan saat sang kekasih hendak menjadi korban penganiayaan oleh para pelaku. Dengan sisa-sisa tenaga, Harko menarik tangan kekasihnya untuk menghindar dari lokasi hingga keduanya ditolong oleh warga setempat.

"Mungkin mereka (pelaku) melihat sudah ada orang banyak, mereka langsung kabur ke arah Kemayoran," ujarnya.

Minggu dini hari, Harko dan sang kekasih tengah berencana melaporkan aksi penganiayaan itu kepada Kepolisian Sektor Pademangan agar ditindaklanjuti. Ia berharap, para pelaku diberi hukuman setimpal atas apa yang telah mereka lakukan pada dirinya dan agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.
Editor: taryono
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas