A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Guru Honorer SMKN 2 Poncowati Larikan Siswinya - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 24 Agustus 2014
Tribun Lampung

Guru Honorer SMKN 2 Poncowati Larikan Siswinya

Kamis, 16 Mei 2013 17:00 WIB
Guru Honorer SMKN 2 Poncowati Larikan Siswinya
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/INDRA SIMANJUNTAK
Eva Wati, Ibu Mawar menujukkan foto putrinya.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Wajah dunia pendidikan kembali tercoreng oleh perilaku yang tak semestinya dilakukan seorang guru. Bukannya mendidik, seorang oknum guru honorer di SMK Negeri 2 Poncowati justru membawa kabur siswi didiknya.
 
Adalah Hernandi (41), guru honorer Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di SMK Negeri 2 yang dilaporkan orangtua Mawar (bukan nama sebenarnya) ke polisi, karena tak kunjung kembali ke rumah selama 16 hari, sejak 1 Mei 2013 lalu.

Eva Wati (33), ibu Mawar menceritakan, guru pencinta daun muda tersebut telah melarikan putrinya. Pasalnya, Hernandi sempat datang menemui Eva di kediamannya dan meminta maaf. Guru itu juga mengakui jika pernah mengutarakan rasa sukanya kepada putrinya.

“Sehari sebelum anak saya pergi, itu dia (Hernandi) datang ke rumah. Dia minta maaf dan juga berjanji akan melupakan anak saya. Karena dia sudah beristri dan memiliki anak,” tukas Eva sembari menunjukkan foto anaknya, Kamis (16/5/2013).
 
Mawar yang masih berusia 16 tahun tersebut saat meninggalkan rumah berpamitan untuk pergi ke sekolah. “Hari itu dia berangkat ke sekolah seperti biasanya. Tapi kok pas jam pulang sekolah enggak nongol-nongol di rumah. Padahal teman-temannya saya tanya sudah pulang semua,” katanya lagi.

Kecuriagaan Eva akan putrinya dilarikan sang guru semakin menguat ketika ia mencari ke sekolah dan ke rumah teman-teman Mawar. Namun, tak satu pun pihak yang ditemuinya mengetahui keberadaan putrinya.

“Saya terus datang ke rumah Jarot di Poncowati. Karena biasanya anak saya ke sana mainnya. Tapi waktu di sana, teman-temannya bilang Mawar tidak ada. Ia pergi bersama dengan pak Hernandi,” seloroh Eva mengikuti perkataan Jarot.
 
Masih menurut Eva, sejak pertama meninggal rumah hingga hari keenam belas, Mawar tak pernah sekalipun menghubunginya. Karenanya, ia berharap dan mengimbau Mawar di mana pun berada atau siapa pun pihak yang mengetahui keberadaannya untuk membawa pulang ke rumah. “Pulang lah nak. Ibu dan adik-adik merindukannmu,” ujar Eva sembari terisak-isak menitikkan air mata.

Kisah cinta terlarang antara guru dan murid itu ternyata juga telah diketahui pihak sekolah. Purwoko, Wakil Kesiswaan SMK Negeri 2 Poncowati mengaku, pihak sekolah telah memperingatkan Hernandi atas tindakannya yang tidak wajar dan layak selaku seorang pendidik.

“Kami sudah melakukan sidang bersama dewan guru. Bahkan kami secara tegas sudah minta yang bersangkutan untuk berhenti dan tidak melanjutkan hubungannya lagi dengan Mawar. Tapi kok sekarang malah kabur,” ungkapnya.
 
Hernandi sendiri diketahui telah dua tahun mengabdikan diri sebagai guru honorer di SMK Negeri 2 Poncowati. Ia dikabarkan telah memiliki seorang istri dan empak anak. Saat sidang bersama dewan guru, Hernandi mengajukan pengunduran diri sebagai guru honorer.
 
Sementara Kanit Reskrim Polsek Terbanggi Besar, Aiptu Anwar Halusi mengutarakan, pihaknya hingga kini masih terus berusaha mencari dan menyelediki keberadaan Hernandi dan Mawar, setelah mendapat laporan dari ibu korban.

“Kami sudah mendapat laporan dari orangtua korban. Tapi sampai hari belum ada kejelasan di mana mereka berada. Kita sudah melakukan penyelidikan dengan menyebar intel di sekitar kediaman pelaku. Dan nomor telepon keduanya juga sudah tidak aktif lagi,” pungkas Anwar. (indra simanjuntak)
Editor: taryono
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
204793 articles 7 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas