Pencuri ATM Muamalat bukan Teroris

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Nurochman memastikan bahwa komplotan pencuri anjungan

Tayang:
Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Kapolresta Bandar Lampung Kombes Nurochman memastikan bahwa komplotan pencuri anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Muamalat Cabang Kemiling bukanlah bagian dari jaringan teroris yang tertangkap beberapa waktu lalu.

Nurochman mengutarakan, pihaknya sempat melakukan interogasi terhadap para tersangka perampok Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pringsewu yang diduga terlibat jaringan terorisme. "Saya sudah tanya apakah mereka mencuri ATM Muamalat. Mereka menyatakan tidak," papar Nurochman kepada Tribun, Minggu (19/5).

Berdasarkan hasil penyelidikan, lanjut dia, memang ada perbedaan modus antara pelaku ATM Muamalat dengan BRI Pringsewu. Nurochman menerangkan, jaringan terorisme biasanya memakai aksi kekerasan dalam melakukan perampokan.

Namun dalam kasus ATM Muamalat, kata dia, para pencuri seperti tidak ingin melakukan kekerasan karena melakukan pencurian pada malam hari dan dalam keadaan sepi. Untuk itu Nurochman memastikan, bahwa pelaku pencurian ATM Muamalat adalah komplotan kriminal murni.

Sayangnya polisi kesulitan untuk mengidentifikasi para pelaku. Menurut Nurochman, dari gambar close circuit television (CCTV), tidak terlihat wajah para pelaku. "Ini yang membuat kami kesulitan," tegasnya.

Kawanan pencuri menggondol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Muamalat Cabang Kemiling yang terletak di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kamis (11/4) subuh lalu. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Operasional Manajer Muamalat Cabang Kemiling Sutisna menuturkan, kejadian baru diketahui oleh seorang office boy pada pukul 06.00 WIB. Saat melihat mesin ATM sudah hilang, office boy tersebut langsung menghubungi dirinya.

Menurut Sutisna, pihaknya kemudian menghubungi pihak kepolisian mengenai adanya kejadian pencurian tersebut. "Untuk kerugian diperkirakan di atas Rp 100 juta karena mesin baru diisi," ujarnya.

Di dalam aksinya, para perampok juga merusak CCTV yang ada di ATM. Beruntung, para pelaku tidak masuk ke dalam kantor. Sehingga rekaman CCTV yang berada di dalam kantor masih tersimpan baik.(kos)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved