'Odorimaji' Mencari Aku
Tiga orang dengan mengenakan topeng ayam, gajah, dan monyet muncul secara tiba-tiba
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Tiga orang dengan mengenakan topeng ayam, gajah, dan monyet muncul secara tiba-tiba dari belakang penonton. Lalu ketiganya menari berbagai gerakan animal pop dance menuju panggung.
Tak lama, layar berwarna merah pun terbuka. Muncullah seorang perempuan yang berada di rerimbunan hutan bambu serta tiga kotak televisi di sudut kanan yang menyala tanpa acara. Hanya warna hitam putih yang tampak.
"Sendiri aku menari, aku mencari. Yang kutemukan diriku sendiri. Di mana engkau? Di mana kalian?" teriak si perempuan sambil mengelilingi panggung.
Kemudian muncul tiga pria bertopeng yang melakukan gerakan tarian sambil terus berceloteh panjang tanpa makna.
Itulah gerakan pembuka dari tari kontemporer 'Odorimaji' yang dibawakan grup Pandorarimaji asal Yogyakarta di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung, Rabu (22/5). 'Odorimaji' merupakan karya Ari Ersandi, koreografer muda asal Lampung.
Menurut Ari, 'Odorimaji' merupakan sebuah kontempelasi diri sendiri atas proses pencarian yang selama ini dilakukan. "Semuanya berawal dari si kecil yang berada di dalam diri. Terkadang kita melihat di luar, ada yang sama dengan kita," beber alumni ISI Yogyakarta ini seusai pementasan.
Pemakaian berbagai topeng, mulai dari aneka binatang sampai topeng unik dari tong sampah, menurut Ari, merupakan simbol ketidaktahuan sebagai siapa. "Itu adalah sisi lain. Abstrak dan rahasia," ujarnya lagi.
"Topeng tiga kuda zebra, misalnya. Yang ingin saya simbolkan adalah hitam putihnya, bagai sebuah harmonisasi, yin dan yang. Sementara kalau topeng ayam, ia sangat dekat dengan kita. Ia laksana alarm, objek yang 'menghidupkan' kita," tambah Ari.
Pementasan 'Odorimaji' dibagi dalam empat sesi, yakni 'To The Point', 'Kertas Putih', 'Harmony', dan 'In Nari'. Ari menghadirkan delapan penari, termasuk dirinya. Lakon lainnya adalah Eri Novian, Andre Nurvily, Hendi Herdiawan, Abdurohim, Ba Bam, Mega Lestari, dan Ayu Permata Sari.
Selain itu, pada awal Pergelaran Eksperimentasi Tari dan Temu Karya Tari ditampilkan tari Piring 12 yang berasal dari Tanggamus. Tarian dibawakan
Sanggar Debingi pimpinan Wanda. Setelahnya, dipentaskan hasil eksperimentasi tari Piring 12 berjudul 'Laga Puyuh' yang dibawakan Komunitas Butiti pimpinan Titik Nurhayati. Acara ini dibuka oleh Sekretaris Provinsi Lampung Berlian Tihang. (tgh)