A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

PPDB SMPN 19 Juni, Daftar Sekolah Secara Online - Tribun Lampung
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribun Lampung

PPDB SMPN 19 Juni, Daftar Sekolah Secara Online

Selasa, 4 Juni 2013 09:20 WIB
TRIBUNLAMPUNG.co.id - Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMPN dan SMAN di Provinsi Lampung, akan dilakukan secara online mulai 19 Juni besok untuk jentang SMPN dan 21 Juni untuk jenjang SMAN. Untuk di Lampung, cara ini baru diberlakukan di Kota Bandar Lampung dan Metro.

Sekertaris Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Siti Maidasuri, Senin (3/6) menegaskan, berdasarkan peraturan bersama antara Kemendikbud dan Menteri Agama No 04/VI/PB/2011 dan MA/ 111/2011 tetang PPDB, maka pendaftaran SMPN akan dibuka secara online pada 19-24 Juni mendatang. Penerimaan jalur online itu merupakan penerimaan yang hanya mengisikan nilai Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) ke dalam sistem online.
 
Sedangkan seleksinya, akan berlangsung pada 27 Juni. Lalu pengumuman akan berlangsung pada 6 Juli. Setelah siswa dinyatakan lulus pada 6 Juli oleh panitia pusat, maka secara otomatis siswa yang diterima wajib melakukan daftar ulang pada 8-10 Juli mendatang.
 
"Kami berharap seluruh kabupaten dan kota bisa menerapkan PPDB online ini, karena ini sangat praktis. Tapi disdik juga tidak memaksakan kabupaten dan kota menerapkan jalur online, karena itu itu berdasarkan kebijakan Kadisdik masing-masing daerah saja," katanya.
 
Sedangkan PPDB jenjang SMAN secara online, akan dibuka mulai 21-25 Juni mendatang. Sedangkan seleksi akan berlangsung pada 28 Juni dan pengumaman pada 29 Juni. Daftar ulang akan berlangsung pada 11-13 Juli mendatang. Pengecualian untuk SMKN, akan dilakukan seleksi khusus pada 21-22 Juni.
 
Selain sistem online, Disdik Provinsi Lampung juga rencannya menerapkan PPDB lewat jalur bina lingkungan. Sistem ini sangat bermanfaat bagi siswa yang tempat tinggalnya berdekatan dengan sekolah yang dituju. Sehingga diharapkan bisa mengurangi biaya transportasi siswa. Untuk sistem bina lingkungan ini, baru diterapkan di Kota Bandar Lampung. Harapannya, seluruh kabupaten dan kota juga menerapakan sistem ini.

Sementara sistem PPDB lewat jalur berprestasi adalah sistem penerimaan dengan menunjukan bukti bahwa calon siswa sudah pernah juara pertama hingga ketiga pada tingkat nasional. "Pada jalur ini, hanya diprioritaskan bagi siswa yang memiliki prestasi dengan penyelenggaranya Kemendikbud. Contohnya juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)," ujarnya. (byu)



sidebar
Terima 288 Siswa
KEPALA Sekolah SMAN 9 Bandar Lampung Hendro Suyono yang sekolahnya menerapkan Penerimaan Siswa Didik Baru (PPDB) sistem online mengatakan, jumlah siswa yang akan ditampung di sekolahnya sebanyak 288 siswa. Dan untuk pihaknya akan menyiapkan enam laptop untuk akses PPDB online.
 
"Proses pendaftaran dimulai dengan siswa datang ke SMA mana saja, karena seluruh SMA mulai SMAN 1 hingga SMAN 17 di Bandar Lampung telah menerapkan sistem online. Setibanya di SMA yang dituju, calon siswa harus mengisi blangko yang berisi idientitas. Setelah itu, blangko diberikan kepada operator yang ditugaskan menginput data calon siswa dalam sistem," katanya
 
Pada pilihan sistem online, calon siswa bisa memilih tiga sekolah yang diminati. "Sangat diharapkan apabila ingin mendaftar, calon siswa harus mempertimbangkan sekolah mana saja yang dipilih dan itu harus sesuai kemampuan siswa tersebut," ujarnya.

Pertimbangan tersebut, berlaku untuk siswa dan orangtua. Sebab, bila memilih sekolah yang salah dan tidak sesuai dengan kemampuan akademiknya, maka ia bis atidak masuk di sekolah yang dinginkan. (byu)
Editor: soni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas