Herman HN Cueki Orasi Balafans
Sayang, Herman yang dikawal ketat Polisi Pamong Praja dan Polri, justru langsung meninggalkan kerumunan balafans.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Wali Kota Bandar Lampung Herman HN menyikapi dingin keinginan perwakilan balafans menyampaikan orasi dan kekecewaan mereka terhadap manajemen Lampung FC dan panitia pelaksana pertandingan Lampung FC vs Semen Padang.
Selepas pertandingan, Herman HN yang keluar dari pintu VIP Stadion Pahoman Bandar Lampung, terlihat cuek atas permasalahan yang sedang dialami Balafans.
"Biarkan pak wali kota pegang megaphone itu," ujar Ketua Balafans Lampung Adolf Ayatullah, Rabu (5/6/2013).
Sayang, Herman yang dikawal ketat Polisi Pamong Praja dan Polri, justru langsung meninggalkan kerumunan balafans.
"Maaf, saya harus keluar yah," ujar Herman diikuti Eva Dwiana.
Walhasil, Adolf langsung menunjukkan kekesalannya. "Wali kota tidak peduli. Ia tidak mau tahu dengan kondisi kita," ujar Adolf diikuti teriakan balafans.
Pada laga persahabatan antara Lampung FC vs Semen Padang, Balafans melakukan aksi boikot. Tidak kurang seratusan orang memilih untuk menyanyikan chants dan orasi di depan pintu masuk VIP Stadion Pahoman.
Aksi ini terkait kebijakan ticketing pada pertandingan ini, yakni suporter tuan rumah dipaksa membeli di ticket box, bukan dikoordinasikan balafans.
Selain itu, isu transparasi keuangan pun tidak ketinggalan disoroti suporter yang telah ada sejak 1985 tersebut.