Kolom Jurnalis

Mobil Murah, Strategi Menghadapi Pasar Bebas Asean

Kehadiran mobil murah, mau tidak mau memaksa bangsa ini membangun ratusan pabrik komponen mobil murah.

Mobil Murah, Strategi Menghadapi Pasar Bebas Asean
KOMPAS.COM
toyota Agya dan Daihatsu Ayla 

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi  mengatakan untuk bisa memproduksi satu unit mobil yang komponennya 100 persen dibuat dalam negeri, maka  membutuhkan 500-600 pabrik komponen.

Jadi  jika ingin program mobil murah dan ramah lingkungan berkembang dan menguasai pasar otomotif di Asean, maka mau tidak mau harus membangun pabrik komponen sebanyak mungkin.

Pembangunan pabrik komponen, ada baiknya tidak hanya terfokus di pulau Jawa. Tujuannya agar ada pemerataan penyerapan tenaga kerja dan pembangunan kawasan-kawasan industri otomotif baru di luar pulau Jawa. Saya kira Lampung bisa dipertimbangkan untuk pembangunan pabrik komponen mobil murah.

Bagi daerah-daerah  yang akan menjadi lokasi pembangunan pabrik komponen, mesti memberikan kemudahan perizinan dan menciptakan iklim investasi yang kondusif, lalu menyediakan infrastruktur yang memadai.

Ada baiknya juga menggandeng sekolah-sekolah menengah kejuruan yang punya pengamalan merakit atau membuat komponen mobil, misalnya mobil Esemka. Setidaknya ada 32 SMK di Indonesia yang punya pengalaman memproduksi mobil Esemka.

Terakhir, ke depan produksi mobil murah dan ramah lingkungan mestinya tidak hanya fokus pada mobil keluarga, tetapi  juga pikap yang bisa digunakan di kawasan perkebunan. Untuk Lampung, saya kira ini pasar yang cukup besar jika mengacu pada data-data penjualan mobil pikap yang ada. (taryono)

Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved