Citizen Journalism

Warga Jagabaya Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg

KEBERADAAN tabung elpiji 3 kilogram di Kelurahan Jagabaya 1, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, mulai dikeluhkan

Warga Jagabaya Keluhkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/PERDIANSYAH
antre gas elpiji 3 kg

KEBERADAAN tabung elpiji 3 kilogram di Kelurahan Jagabaya 1, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung, mulai dikeluhkan oleh warga. Pasalnya, salah satu kebutuhan alat masak rumah tangga tersebut, kini hilang dari peredarannya.

Langkanya 'melon hijau' tersebut, sudah berlangsung sejak tiga hari terakhir, dan tidak ada penjelasan dari sang pemilik warung yang menjualnya. Akibatnya, banyak warga yang resah karena tidak bisa memasak sehari-hari.

Seperti diutarakan Ida (53), warga Jalan Gang Masjid  mengungkapkan, tidak jarang elpiji 3 kg itu terkadang dalam sebulan bisa hilang peredarannya dari warung-warung yang berada di lingkungan rumahnya, selain itu kalaupun ada pedagang yang menjual, harganya bisa naik sampai dua kali lipat.

"Sudah tiga hari ini saya mencari elpiji 3 kg, dari 10 warung yang menjual. Tidak ada satu pun stok elpiji yang bisa dijual, kalaupun ada harganya bisa mencapai Rp 25 ribu-Rp 30 ribu," jelasnya, Selasa (10/12/2013).

Ia pun berharap kepada pihak agen ataupun Pertamina yang mengatur tentang penjualan elpiji tersebut, bisa lebih bijak dalam pembagian distributor elpiji ke daerahnya.

"Masa rumah kita di sini (Jagabaya 1) belinya sampai daerah Pengajaran (Teluk), sudah itu harganya Rp 22 ribu lagi kan rugi besar," terangnya.

Bahkan, tidak jarang pemilik warung juga mengeluhkan pasokan elpiji yang diberikan agen. Hal itu disampaikan Alimi (56), tidak jarang pelanggan tetapnya sering mengeluhkan langkanya keberadaan elpiji tersebut. Dirinya juga, kerap kebingungan menjelaskan langkanya kepada para konsumen.

"Saya juga bingung, kalau dari penjelasan agen elpiji langganan, katanya memang pasokan dari Pertamina yang mulai terhambat. Dan ada juga selintingan kalau langkanya elpiji ini harganya mau naik," ujarnya,

Lebih lanjutnya, untuk harga satu elpijinya dalam waktu normal, berkisar Rp 14 ribu sampai Rp 15 ribu per tabungnya. Namun tidak dipungkiri terkadang bisa menjual dengan harga Rp 18 ribu kalau sedang mengalami kelangkaan.

Laporan warga Siemen Martin
Linggau-Mura-Murata

Anda juga bisa mengirim naskah dan foto kegiatan ke tribunlampungoke@yahoo.co.id. Jangan lupa disertai nama, alamat, no telepon. Redaksi

Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved