Gempa 7,5 SR Goyang Lambar

Suasana dramatis terjadi di Lampung Barat (Lambar) Senin (23/12) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB

Gempa 7,5 SR Goyang Lambar

Laporan Reporter Tribun Lampung Sulis Setia Markhamah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Suasana dramatis terjadi di Lampung Barat (Lambar) Senin (23/12) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Gempa bumi dengan kekuatan 7,5 skala richer (SR) melanda kabupaten terujung Lampung tersebut dan data sementara sebanyak  1.702 orang meninggal dunia.

Hingga Senin siang, beberapa komponen terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, dinas kesehatan, TNI, tim SAR, Tagana, PMI, pramuka, Pol PP, dinas perhubungan terus melakukan pengevakuasian terhadap korban gempa juga mendata kerugian material. Koordinasi antar lintas sektor melalui HT terus dilakukan untuk pendataan di 15 kecamatan yang ada. Banyak korban yang sudah berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih lapang.

Berdasarkan data BMKG Kota Bumi, pusat gempa (epicentrum) berada di Kota Liwa dengan kedalaman 25 kilometer. Kondisi tersebut berdampak pada kerusakan banyak rumah dan fasilitas umum lainnya di luar banyaknya korban jiwa yang berjatuhan. BPBD Lambar merilis data sementara di luar korban meninggal, ada 7.458 orang luka-luka, 63 orang hilang, dan 3.424 orang mulai mengungsi ke kabupaten tetangga.

Selain itu, gempa juga membuat 1.274 rumah rusak berat dan 2.066 rusak ringan, serta 108 unit tempat ibadah rusak parah dan 66 unit rusak ringan. Kemudian 114 unit sekolah rusak parah dan 94 unit rusak ringan. Gempa bumi juga telah merubuhan 54 jembatan dan 18 jembatan mengalami rusak ringan.

Setidaknya itulah yang tergambar dalam simulasi operasi tanggap darurat bencana gempa bumi yang memang rawan terjadi di Bumi Beguai Jejama Sai Betik ini. Simulasi sengaja digelar untuk melihat kesigapan dan kesiapan aparat terkait ketika terjadi gempa bumi sewaktu-waktu.

Asisten I Bidang Pemerintahan Gison Sihite mengatakan, simulasi merupakan kelanjutan atau aplikasi dari rencana kontinjensi bencana gempa bumi yang telah disusun beberapa waktu lalu di Lambar. "Yakni dengan melibatkan berbagai unsur baik TNI, polri, BPBD Lampung, BPBD Lambar, dan instansi terkait lainnya. Diharapkan yang dilakukan ini akan semakin meningkatkan kemampuan dalam penanganan bencana secara cepat, tepat, dan dapat meminimalisasi kerugian yang ditimbulkan," ujar Gison.

Kegiatan diikuti oleh Wakil Bupati Makmur Azhari, Sekkab Nirlan, Asisten II Gunawan Rasyid, Tim SAR, camat, SKPD, kapolsek, dandim, dan peserta pelatihan lainnya.(*)

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help