Minggu, 23 November 2014
Tribun Lampung

Maraknya Maling Sapi Bikin Resah Warga Pringsewu

Jumat, 14 Februari 2014 17:33 WIB

Laporan Wartawan Tribun Lampung R Didik Budiawan C

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID- Warga Pringsewu resah dengan maraknya pencurian ternak sapi. Sebab, aksi pencurian tersebut selalu berpindah-pindah tempat. Hingga kini polisi belum bisa membekuk pelakunya.

"Dulu sering, tempat kami ini seperti menjadi langganan. Tapi, sudah lama tidak ada kejadian, ini kelihatan lagi (pencurian ternak sapi)," kata Kepala Pekon Gumukrejo, Giman Nasirun, saat dihubungi, Jumat (14/2/2014).

Karena itu, dia berharap masyarakat mengaktifkan kembali ronda malam untuk mengantisipasi pencurian ternak. Selain itu, dia ingin masyarakat kerja sama dengan kepolisian menanggulangi pencurian ternak ini.

"Karena sekarang ini lagi ramai pencurian sapi. Sebab kalau dijual kan tidak kelihatan barangnya, karena hanya diambil dagingnya saja," ujar Giman.

Sebelumnya diberitakan, pencurian hewan ternak sapi terjadi di wilayah  Pringsewu. Kali ini, sapi milik Santo (31) warga RT 01, Lingkungan II, Kelurahan Fajaresuk, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Senin (10/2/2014)  dinihari.

Menurut Suparmi (29), istri Santo, mengetahui salah satu sapinya hilang saat mendengar suara gaduh di kandang. "Saat itu jam tiga, saya bangunkan suami saya untuk melihat kandang," kata Suparmi saat ditemui di rumahnya, Senin siang.

Saat Santo melongok ke kandang, ternyata sapi yang tadinya ada tiga ekor tersisa dua sapi. Santo pun langsung mencari ke arah sawah yang ada di depan rumahnya. Tapi, Santo tidak juga menemukan sapi tersebut. Atas hilangnya sapi tersebut, Santo pun melapor ke Kepolisian Sektor Pringsewu.

Ironisnya, sapi Santo ini pukul 07.00 WIB ditemukan warga sudah tinggal kepala dan tulang. "Ditemukan di makam Pekon Waluyo Jati," kata Suparmi.

Kepala Mapolsek Pringsewu Kompol Sukandar membenarkan soal peristiwa tersebut. Dia mengaku, sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki  pelakunya.

Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas