Senin, 24 November 2014
Tribun Lampung

Jokowi Jadi Capres Tak Berarti Khianati Jakarta

Sabtu, 15 Maret 2014 09:41 WIB

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Jumat (14/3/2014), menyatakan telah mendapat mandat menjadi calon presiden dari Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dan dia menyatakan siap. Jokowi menjadi capres dinilai bukan bentuk pengkhianatannya terhadap Jakarta maupun janji kampanye saat maju dalam Pemilu Gubernur DKI Jakarta.

“Menjadi presiden tidak berarti meninggalkan DKI, kalau jadi gubernur di tempat lain baru mungkin,” kata mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat berbincang dengan sejumlah wartawan di kediamannya, di Jakarta, Jumat malam. Justru, ujar dia, Jokowi akan dapat lebih cepat menangani persoalan Jakarta bila dia menjadi presiden.

Menurut Kalla, salah satu persoalan yang harus diselesaikan segera oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah infrastruktur dan transportasi. Namun, kata dia, kedua persoalan hanya dapat diselesaikan dengan cepat bila pemerintah pusat menjadikannya sebagai prioritas. "Kalau dengan (Jokowi) menjadi presiden, bisa saja berbuat lebih banyak demi Jakarta,” ujar dia.

Di tempat terpisah, Presidium Sekretariat Nasional Jokowi, Samuel A Pangerapan mengatakan, persoalan yang terjadi di Jakarta merupakan problem nasional. Dia mengatakan perlu sinergi yang komprehensif untuk menyelesaikan masalah itu.

Namun, Samuel mengatakan rencana pencapresan Jokowi memang rawan menjadi sasaran empuk kampanye hitam oleh para lawan politik. “Untuk itu, semua pendukung Jokowi harus mampu menjelaskan secara baik dan santun, bahwa hanya dengan Jokowi sebagai presiden, maka masalah-masalah yang sulit diselesaikan di Jakarta akan dapat lebih mudah diselesaikan,” ujar dia.

Editor: soni
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas