Penelitian Membuktikan Perempuan Cantik Tidak Kooperatif dan Egois

Sebenarnya, tidak ada batasan akan penjabaran mengenai kecantikan.

Penelitian Membuktikan Perempuan Cantik Tidak Kooperatif dan Egois
Ilustrasi


TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Apa definisi cantik menurut Anda? Sebenarnya, tidak ada batasan akan penjabaran mengenai kecantikan. Sebab segala sesuatu yang berkaitan dengan penampilan fisik selalu dipandang sebagai sesuatu yang relatif!

Seperti dikutip dari laman Psychology Today, bahwa interpretasi cantik selalu berubah-ubah dari masa ke masa. Apa yang dianggap rupawan dan cantik erat kaitannya dengan kultur, perilaku sosial, dan tren yang berkembang.

Namun, sebuah penelitian yang dilansir oleh laman harian The Guardian, para ilmuwan modern menganggap mereka yang memiliki bentuk wajah simetris dianggap lebih menarik dibandingkan bentuk wajah lainnya. Celakanya, penelitian juga membuktikan bahwa mereka (terutama perempuan) yang diklasifikasikan sebagai cantik dan penuh daya pikat, cenderung egois dan sulit bekerjasama dengan orang lain.

Penelitian ini melibatkan sejumlah partisipan perempuan yang dibagi menjadi dua kelompok,  yaitu kelompok Burung Merpati yang mengharuskan para anggotanya untuk bisa saling bekerjasama, dan kelompok Burung Elang yang tidak mewajibkan mereka bekerjasama dengan orang lain.

Dalam penelitian ini, kelompok Burung Elang dipenuhi dengan perempuan berwajah simetris atau cantik, dan kelompok Burung Merpati dipenuhi dengan perempuan yang dianggap berparas biasa-biasa saja. Akhirnya, disimpulkan bahwa perempuan cantik tak keberatan menolak pekerjaan yang  mengharuskan mereka untuk berinteraksi dengan banyak orang.

Lebih lanjut, penelitian menguraikan penjelasan dari hasil temuan tersebut, bahwa secara tidak sadar lingkungan menilai wajah yang cantik sebagai simbol kesehatan dan kebahagiaan. Selain itu, pada umumnya mereka yang berwajah simetris memiliki penyakit bawaan yang lebih sedikit. 

Pujian dan perlakukan menyenangkan yang biasa diperoleh perempuan berwajah cantik membuat mereka memiliki pemikiran bahwa kemudahan tersebut dikarenakan wajah mereka yang memikat. Maka dari itu, terbentuklah sikap egois dan enggan bekerjasama dengan orang lain.

"Melalui seleksi alamiah yang telah berlaku lebih kurang ribuan tahun, karateristik ini terus diadaptasi oleh orang-orang yang dianggap cantik atau tampan," tulis para peneliti.

Tags
lifestyle
Editor: soni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help