Citizen Reporter

Ini Suasana Lebaran Kurban di Negeri Sakura

Dan sudah menjadi tradisi setiap ada hari besar Islam ataupun Indonesia lainnya, kami berkumpul dan mengadakan kegiatan bersama

Ini Suasana Lebaran Kurban di Negeri Sakura
DOK Fritz Akhmad Nuzir
Perayaan hari raya Idul Adha tahun ini di Kitakyushu Science and Research Park, Kitakyushu, Jepang 

Fritz Akhmad Nuzir
Mahasiswa Doktor Arsitektur di University of Kitakyushu, Jepang

TRIBUNLAMUNG.CO.ID, JEPANG-Perayaan hari raya Idul Adha tahun ini di Kitakyushu Science and Research Park, Kitakyushu, Jepang, terasa sangat istimewa bagi kami mahasiswa asal Indonesia.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya jumlah muslim yang hadir tidak mencapai 50 orang, kali ini yang hadir mencapai hampir 100 orang. Jumlah ini kalau di Indonesia, tentunya biasa saja tapi di Kota Kitakyushu  jumlah tersebut sangat luar biasa.

Sebab saat ini hanya sekitar 200 orang umat muslim yang ada di kota yang populasinya hampir satu juta orang. Ditambah lagi di Jepang, hari besar Islam bukan merupakan hari libur, sehingga biasanya perlu izin dari perkuliahan atau pekerjaan rutin jika ingin merayakannya.

Nah, alhamdulillah hari raya kurban tahun ini ditetapkan bertepatan dengan hari Minggu, sehingga hampir semua orang tidak kesulitan berkumpul dan melakukan salat Id berjamaah.

Saat ada sekitar 20 orang mahasiswa asal Indonesia yang sedang menempuh studi lanjut di beberapa universitas yang ada di KSRP ini: University of Kitakyushu, Waseda University IPS, dan Kyushu Institute of Technology.

Dan sudah menjadi tradisi setiap ada hari besar Islam ataupun Indonesia lainnya, kami berkumpul dan mengadakan kegiatan bersama. Spesial untuk lebaran kurban kali ini disepakati bahwa khusus mahasiswa pria yang akan menyiapkan santapan lebaran. Alhasil, sudah sejak semalam kami sibuk berkreasi di dapur asrama. Hasilnya tak mengecewakan karena menu masakan yang disajikan langsung tandas disantap habis seluruh jamaah salat Id.

Kegiatan salat Id dan khotbah dimulai pukul 8 pagi, yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan santap hidangan bersama. Selain para mahasiswa asal Indonesia dan keluarganya, hadir pula para mahasiswa dari negara-negara lain seperti Malaysia, Bangladesh, Suriah, Arab Saudi, Iran, dan sebagainya. Mereka pun membawa makanan khas negara asalnya masing-masing.

Ditambah dengan para peserta pelatihan JICA dan karyawan magang asal Indonesia yang bekerja di berbagai perusahaan di Jepang. Bertambah istimewa lagi karena hadir pula seorang mahasiswa Jepang yang baru masuk Islam dan beberapa orang temannya mulai belajar tentang Islam, kegiatan ibadahnya dan silaturahmi antarsesama muslim.

Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang, kegiatan seperti ini semakin bertambah semarak. Hitung-hitung sebagai "obat kangen" akan semaraknya suasana lebaran di tanah air di tengah perjuangan kami menempuh studi lanjut di negeri matahari terbit ini.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved