TribunLampung/

Hiiii, Niat Berburu Babi Fajar Malah Temukan Mayat Manusia

Fajar (33) warga Desa Rindu Hati, Kecamatan Gumay Ulu, Lahat sontak terkejut saat menuju ke lokasi perburuannya.

Hiiii, Niat Berburu Babi Fajar Malah Temukan Mayat Manusia
Shutterstock
Ilustrasi tewas. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAHAT - Fajar (33) warga Desa Rindu Hati, Kecamatan Gumay Ulu, Lahat sontak terkejut saat menuju ke lokasi perburuannya.

Betapa tidak, ia menemukan tubuh manusia dengan posisi tertelungkup dengan kondisi sudah mengeluarkan aroma sangat menyengat dan dipenuhi belatung.

Karena takut, Fajar pun yang rencananya hendak berburu babi di sekitar semak belukar tempat mayat ditemukan, mengambil langkah seribu memberitahukan warga dan Polsek Pulau Pinang.

Mendapat laporan tersebut, Polisi pun langsung menuju lokasi temuan. Ternyata memang benar, berjarak sekitar 50 meter dari jalan lintas Lahat-Pagaralam, dan 10 meter dari akses jalan warga menuju ke kebun.

Polisi pun langsung melakukan evakuasi tubuh manusia berjenis kelamin lelaki, dengan kondisi kedua tangan dan kaki diikat tali, kepala remuk dan punggung mengalami luka tusuk.

Tubuh lelaki yang sudah mulai tidak utuh itu dipenuhi belatung, akibat sudah cukup lama meninggal dunia.

Kondisi tubuh lelaki yang mengenakan kemeja biru garis-garis putih dan celana panjang biru itu sudah tidak dapat dikenali.

"Sekitar pukul 07.30 WIB, tadi (10/4) ditemukan warga hendak berburu babi di lahan milik Firli warga Rindu Hati. Dari kondisi tubuh jenazah, dugaan kami korban pembunuhan.

Tidak ada identitas yang ditemukan disekitar tempat kejadian perkara, tapi dugaan sementara warga Bengkulu" jelas Brigadir Fitrianto, Kanit Reskrim Polsek Pulau Pinang.

Mahir (50), yang sejak seminggu terakhir mencari keberadaan kerabatnya, Yuriadi alias Ndit (47), yang berpofesi sebagai sopir travel jurusan Bengkulu-Lampung, tidak diketahui keberadaannya sejak Jumat (3/4), atau sejak pamit mengantar penumpang dari Bengkulu tujuan Lampung via Pagaralam, dengan membawa mobil Toyota Kijang Innova hitam.

"Sekitar jam 3 (15.00 WIB) Jumat, dio (Yuriadi) masih nelpon bininyo, ngomongke la istirahat makan di Pagaralam, penumpang banyak, ado betino pulo. Sejak itu hilang kontak," terangnya, seraya belum berani memastikan kebenaran apakah mayat yang ditemukan warga benar adanya.

sumber: Sriwijaya Post

Tags
Lahat
Editor: soni
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help