TribunLampung/

Enjoy Lampung

Tak Hanya Berolahraga, di PKOR Way Halim Juga Bisa Berburu Pakaian

Nyaris disepanjang kiri dan kanan jalan akses PKOR hingga lapangan parkir Stadion Sumpah Pemuda dipadati pedagang pakaian.

Tak Hanya Berolahraga, di PKOR Way Halim Juga Bisa Berburu Pakaian
Tribun Lampung / Heru+
Lapak pedagang pakaian di PKOR Way Halim, Bandar Lampung 

Laporan Reporter Tribun Lampung Heru Prasetyo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pasar kaget atau pasar senggol adalah pemandangan yang lumrah dijumpai di Jakarta atau wilayah lain di Indonesia. Merujuk kepada penyebutannya, pasar tersebut disebut pasar kaget atau senggol karena biasanya pedagang hanya pada waktu tertentu menjajakan dagangannya dan pembeli harus berdesakan hingga bersenggolan untuk bertransaksi.

Serupa tapi tidak sama, di Bandar Lampung anda bisa menemui hal ini di kawasan terpadu Pusat Kebudayaan dan Olahraga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung. Di lokasi ini anda bisa menemukan ratusa pelapak yang menjajakan aneka dagangan seperti pakaian hingga ankea kulinari.

Namun satu yang paling mencolok adalah keberadaan pelapak yang menjajakan pakaian. Nyaris disepanjang kiri dan kanan jalan akses PKOR hingga lapangan parkir Stadion Sumpah Pemuda akan dipadati ratusan pedagang.

Meski anda bisa menemui pelapak-pelapak ini di hari biasa, namun ada baiknya anda berkunjung pada Minggu pagi atau Sabtu dan Minggu sore. Mengapa? Pasalnya hanya pada waktu-waktu tersebut anda akan benar-benar mendapatkan pemandangan keramaian yang tidak biasa di kawasan PKOR ini.

Sepanjang pengamatan tribunlampung.co.id, puluhan bahkan ratusan pedagang pakaian yang ada di PKOR ini tidak hanya menggelar dagangannya begitu saja menggunakan patung-patung dan gantungan yang berbaris rapi. Sebagian pedagang pun menggunakan mobil pribadi untuk memajang dagangan mereka.

Maka saat anda melihat puluhan mobil pribadi berbaris rapi di depana Stadion Pahoman, ada baiknya untuk mengecek ke bagian belakang mobil tersebut. Sebab rupa-rupa pakaian akan di pajang di bagasi mobil hingga digantung di bagian pintu belakang mobil. Tidak hanya pakaian, aksesoris seperti gelang dan kalung pun tidak luput dijajakan oleh mereka.

Tribun Lampung / Heru
Lapak pedagang pakaian di PKOR Way Halim, Bandar Lampung

Fenomena pelapak pedagang pakaian dan mobil-mobil yang berjualan di area PKOR ini rupanya meniru seperti yang ada di kota besar di Indonesia. Sebut saja seperti lapangan Gasibu Bandung yang pada Minggu pagi dan akhir pekan yang sejenak akan berubah menjadi pasar kaget. Ratusan pedagang dan warga tumpah ruah dalam transaksi jual beli.

"Di PKOR ini dulu enggak seperti sekarang, sepi dulu mah," ungkap Diang Suksma Rini seorang pelapak pakaian di PKOR. "Baru sepuluh tahun belakangan ada banyak pedagang gini. Dulu paling orang bawa barang di gantung-gantung gitu aja kayak jadi pasar," terang dia.

Baru kemudian remaja dan pedagang lain ikut ambil bagian. Rini mengatakan baru pada 2010an mulai muncul mobil-mobil pribadi yang ikut berjualan. "Yah mulanya cuma lapak biasa. Baru ikut yang mobil-mobil gitu," terang Rini.

Terkait harga, Rini mengatakan pakaian yang dijajakan di PKOR tergolong miring. Pasalnya pedagang dituturkan Rini mengambil langsung stok barang mereka langsung di Jakarta atau Bandung. Sehingga harga yang didapat lebih murah untuk bisa dijual kembali. "Harga miring kok, mulai dari Rp 25.000. Dari kaos biasa, baju tdur, daster, sampai dress ada kok. Lengkap semua ada," jelas Rini seraya menyarankan untuk tetap pintar tawar menawar dalam melakukan transaksi jual beli agar mendapatkan harga terbaik dari pedagang.

Apa yang diungkap Rini pun diamini oleh Wulandari, warga Korpri yang sedang berbelanja pakaian di kawasan PKOR ini. Menurut dia, berbelanja pakaian di tempat tersebut tak ubahnya berburu pakian di pasar. Pasalnya selain banyak pilihan jenis yang disediakan cukup kekinian, dari segi harga cukup kompetitif.

"Barang-barangnya up to date. Enggak kalah dengan di pasar atau toko-toko. Memang harus sabar dan pinter milih aja," ujarnya diiringi derai tawa. "Harga ya lumayan lah, asyik kok seklian nyore juga kan," lanjut dia.

Pada hari biasa yaitu Senin sampai Kamis, aktifitas pelapak pakaian di PKOR ini sendiri bisa dijumpai mulai dari sore hari yaitu pukul 15.00 hingga maksimal pukul 20.00. Sedangkan pada akhir pekan yaitu Jumat hingga Minggu, anda bisa menjumpainya pada pagi hari dan pada sore hingga malam hari pukul 21.00.

Penulis: heru prasetyo
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help