Laporan Tribun dari Mekkah

Di Syisyah Dua, Banyak Pemondokan Calhaj Belum Bernama

Sekitar 20 ribu jamaah calon haji (calhaj) Indonesia 2015 menempati pemondokan baru di wilayah Syisyah, Mekkah, Arab Saudi.

Di Syisyah Dua, Banyak Pemondokan Calhaj Belum Bernama

Laporan Reporter Tribun Lampung Ridwan Hardiansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEKKAH - Sekitar 20 ribu jamaah calon haji (calhaj) Indonesia 2015 menempati pemondokan baru di wilayah Syisyah, Mekkah, Arab Saudi. Karena baru, sebagian besar pemondokan berupa hotel tersebut, belum memiliki nama.

Kepala Sektor 6 Mekkah, Nurudin Dawam Syaebani mengungkapkan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah meletakkan sebuah nomor di depan hotel sebagai identitas pemondokan.

"Nama hotelnya memang belum ada. Tetapi, jamaah bisa melihat nomor pemondokan di depan hotel," kata Nurudin, Senin (7/9/2015).

Kawasan baru tersebut kemudian diberi nama Syiyah Dua. Petugas PPIH Sektor 6 Mekkah, Jajang Apipudin menerangkan, kawasan Syisyah Dua berada di bawah pengawasan Sektor 6.

"Pemondokan di Sektor 6 itu paling banyak dibandingkan sektor lain. Kami memiliki 28 pemondokan. Sedangkan sektor lain, ada yang hanya 1 pemondokan," kata Jajang.

Warga Indonesia yang bermukim di Mekkah, Husein (30) mengungkapkan, sebagian besar hotel di kawasan Syisyah Dua baru dibangun sekitar dua tahun lalu.

"Kecuali, Hotel Tayeb. Itu dibangun sekitar lima tahun lalu," terang Husein.

Sebanyak 20 unit hotel di Syisyah Dua berada dalam satu ruas jalan. Jalan menanjak tersebut memiliki panjang sekitar 500 meter. Sementara, hotel-hotel tempat jamaah calhaj Indonesia menginap, berada di kanan kiri jalan.

"Nama jalannya juga belum ada," tutur Husein.

Sebelum dibangun hotel, Husein mengatakan, kawasan Syisyah Dua adalah sebuah bukit. Pembangunan hotel di kawasan tersebut merupakan salah satu dampak perluasan Masjidil Haram.

"Karena Masjidil Haram diperluas, banyak hotel-hotel di dekat Masjidil Haram dibongkar. Kemudian, muncul hotel-hotel baru di lokasi yang agak jauh dari Masjidil Haram," kata Husein.

Selain musim haji, Husein menjelaskan, kawasan Syisyah Dua tidak berpenghuni. Hal serupa ditegaskan Jajang.

"Kalau mau musim haji, hotel-hotel baru dirapikan lagi karena mau digunakan," papar Jajang.

Penulis: Ridwan Hardiansyah
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved