Laporan Tribun dari Mekkah

Aisyah Bersyukur Keinginannya Belum Tercapai

Sejak tiba di Mekkah pada Minggu (6/9/2015), Aisyah Zulfa (45) sangat ingin salat di depan Kabah di Lantai satu Masjidil Haram

Aisyah Bersyukur Keinginannya Belum Tercapai
Posisi crane yang jatuh menimpa Masjidil Haram, Jumat (11/9/2015) sore. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ridwan Hardiansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEKKAH - Sejak tiba di Mekkah pada Minggu (6/9/2015), Aisyah Zulfa (45) sangat ingin salat di depan Kabah di Lantai satu Masjidil Haram. Kini, ia justru bersyukur keinginannya belum tercapai. Karena tempat di mana ia ingin salat, justru menjadi lokasi reruntuhan alat berat (crane), yang jatuh menimpa Masjidil Haram, Jumat (12/9/2015) sore.

"Semua tempat di Masjidil Haram memang baik. Tetapi, rasanya kurang mantap kalau belum salat di lantai satu. Tetapi karena tempat itu biasanya ada bapak-bapak, saya pindah ke lantai dua. Tepat searah dengan Multazam," papar jamaah haji asal Tulangbawang, Lampung itu, Sabtu (12/9/2015) pagi.

Hari itu, Aisyah datang ke Masjidil Haram bersama seorang temannya sekitar pukul 15.00 Was. Mereka berencana melaksanakan salat Ashar, Magrib, hingga Isya.

"Sekitar pukul 17.00 Was, langit itu hitam sekali. Di atas Kabah kan terbuka, tidak ada atap, itu pekat gelap," papar Aisyah.

Di kolong langit, angin berembus kencang membawa debu dan sampah-sampah. Kemudian sesekali, Aisyah menceritakan, kilat berwarna merah tampak menyambar-sambar di antara kelamnya langit. Hal itu diikuti dengan suara petir yang bergemuruh. Serta, hujan deras yang turun selanjutnya.

"Kilatnya merah kayak api. Itu terlihat sekali di langit. Suasananya mencekam. Orang-orang sudah berdoa saja," ungkap Aisyah.

Menjelang Magrib, sekitar pukul 18.00 Was, lanjut Aisyah, sebuah alat berat (crane) tiba-tiba menghujam di sebelah kanannya. Ujung crane menggantung dari lantai tiga hingga lantai satu.

"Kami mendengar ada suara. Ternyata ada alat besar sekali jatuh. Jatuhnya itu pelan-pelan. Mungkin sekitar setengah menit," ucap Aisyah.

Riuh Allahuakbar dan Astagfirullah segera menggema di lantai dua. Meski begitu, jamaah di lantai satu tetap beraktivitas normal.

Halaman
12
Penulis: Ridwan Hardiansyah
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved