TribunLampung/

Laporan Tribun dari Mekkah

Crane Ambruk, Jamaah Tutupi Jari Korban yang Terkelupas dengan Sorban

Bum!! suara keras itu mengagetkan semua orang, termasuk Iskandar Rudi (43). Meski begitu, ia hanya mampu duduk terdiam di tempatnya

Crane Ambruk, Jamaah Tutupi Jari Korban yang Terkelupas dengan Sorban

Laporan Reporter Tribun Lampung Ridwan Hardiansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEKKAH - Bum!! suara keras itu mengagetkan semua orang, termasuk Iskandar Rudi (43). Meski begitu, ia hanya mampu duduk terdiam di tempatnya mengaji untuk beberapa saat. Sampai kemudian ia menyadari, beberapa orang di sekelilingnya telah bergeletakan, dengan darah mengalir dari tubuh mereka.

Alat berat (crane) yang jatuh menimpa Masjidil Haram pada Jumat (11/9/2015) sore, seketika membuat suasana bagian belakang Makam Ibrahim lantai dua Masjidil Haram dicekam kepanikan.

Di antara genangan darah yang mengalir, Rudi tidak berusaha lari. Tepat di sebelah kirinya, seorang laki-laki memegangi tangan kanannya yang mengeluarkan darah. Di mana, kulit di empat jarinya telah terkelupas. Rudi pun berusaha membantu laki-laki tersebut.

"Kami coba hentikan pendarahannya dengan sorban. Saya baru kenal orang itu. Ia dari Jakarta dan duduk bersebelahan dengan saya saat peristiwa terjadi. Bersentuhan lutut malah," kata jamaah haji asal Bandar Lampung itu, Senin (13/9/2015) malam.

Menurut Rudi, sebuah baut sepanjang 20 centimeter (cm) telah berputar kencang di jari-jari tangan kanan laki-laki itu. Lontaran baut terjadi akibat hantaman crane di tiang lantai dua. Tiang tersebut berada tepat di depan Rudi dan temannya duduk.

"Diameternya sebesar tutup botol air mineral. Jadi saat crane menghantam tiang. Baut itu langsung terbang cepat sekali. Bautnya juga berputar seperti gasing," papar Rudi.

Dari arah tiang tersebut, Rudi memaparkan, baut yang berterbangan tidak hanya satu. Baut-baut itu pun langsung meluncur saat crane menabrak tembok.

"Langsung terbang ke mana-mana bautnya. Ada korban yang tertembus baut di hidung. Saya lihat lukanya itu dari sebelah kanan hidung. Bahkan, ada orang yang dada kanannya masih tertancap baut," jelas Rudi.

Melihat kejadian itu, Rudi mengaku tidak bisa berkata apa-apa. Sebab, ia sama sekali tidak terkena hantaman baut, di antara korban-korban yang berjatuhan.

Halaman
12
Penulis: Ridwan Hardiansyah
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help