TribunLampung/

Biji Jenitri Jadi Aksesori asal Kebumen yang Diburu Pedangang Timur Tengah

Jenitri mungkin masih asing untuk sebagian orang Indoneisa, terutama bagi yang tinggal di daerah perkotaan.

Biji Jenitri Jadi Aksesori asal Kebumen yang Diburu Pedangang Timur Tengah
KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI
Biji Jenitri awalnya dibawa oleh pedagang asal India yang kemudian dibudidayakan di Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Jenitri mungkin masih asing untuk sebagian orang Indoneisa, terutama bagi yang tinggal di daerah perkotaan. Namun, bagi penduduk Kebumen, Jenitri merupakan sumber penghasilan yang mendatangkan pundi-pundi rezeki.

Dalam kunjungan Kompas Female ke Pusat Latihan Usaha Terpadu, yang berlokasi di Jalan A.Yani, Sempor, Kebumen, Jawa Tengah. Ternyata, jenitri adalah salah satu kerajinan tangan yang cukup menarik dan laris di mancanegara.

Jenitri sebenarnya adalah nama tanaman yang konon bibitnya dibawa olehseorang pedagang India, yang kemudian menitipkannya pada seorang penduduk Kebumen untuk ditanam dan dikembangkan.

Daya jual Jenitri yang tinggi membuat semakin banyak penduduk Kebumen yang menanam pohon jenitri dan dibudidayakan sebagai kerajinan aksesori khas setempat.

Umumnya, Jenitri dibuat menjadi tasbih atau rosario. Sigit, Deputi Program Martha Tilaar Grup mengungkapkan bahwa satu tahun belakangan Jenitri Kebumen banyak diincar oleh para pelancong asal Timur Tengah.

"Katanya jenitri disini (Kebumen) lebih halus," ujar Sigit.

Para pedagang asal Timur Tengah, kata Sigit, sengaja datang ke Kebumen demi mendapatkan karya perajin lokal untuk dijual kembali di negara mereka masing-masing.

Kemudian, dia juga menjelaskan bahwa akhirnya Jenitri ini tak hanya dibuat menjadi alat berdoa, melainkan juga aksesori lain yang menjadi buah tangan khas Kebumen, seperti gantungan kunci, gelang, cincin, sampai tempat tisu.

Harga yang dibanderol untuk satu untai Jenitri khas Kebumen sangat beragam, mulai dari Rp 8.000 sampai dengan Rp 450.000. Hebatnya, biji jenitri ini dapat bertahan selama 200-300 tahun. Ada pula yang mempercayai bahwa biji jenitri bisa bertahan hingga delapan keturunan.

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help