Laporan Tribun dari Mekkah

Jamaah Haji Berupaya "Selundupkan" Air Zam-zam

Sebut saja namanya Aki. Dahi jamaah haji asal Lampung itu tampak mengernyit.

Jamaah Haji Berupaya
Jamaah haji menggunakan jasa ekspedisi untuk mengirim barang ke Indonesia. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ridwan Hardiansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MEKKAH - Sebut saja namanya Aki. Dahi jamaah haji asal Lampung itu tampak mengernyit. Sementara, tatapan matanya terlihat kosong. Aki sedang mempertimbangkan lagi keinginannya untuk membawa air zam-zam ke Indonesia. Bukan karena hal itu melanggar ketentuan pemerintah, tetapi risiko penerbangan pulang ke Tanah Air yang bisa tertunda berjam-jam.

Kegalauan Aki muncul setelah berbincang dengan beberapa temannya sesama jamaah haji asal Lampung. Padahal pada awalnya, Aki sangat yakin mampu "menyelundupkan" air zam-zam dalam koper miliknya.

"(Air zam-zam) taruh di botol air mineral. Botolnya dililit pakai lakban hitam buat memastikan air tidak bocor. Terus, botolnya ditaruh di antara dua kain ihram," tutur Aki.

Dengan cara itu, Aki meyakini, air zam-zam yang ia bawa bisa melewati pemeriksaan x-ray di bandara. Karena sudah berlapis-lapis, air zam-zam dalam botol air mineral tidak akan terdeteksi sebagai cairan, yang dilarang untuk dibawa dalam penerbangan.

Dengan keyakinan itu, Aki pun sudah mulai mengumpulkan air zam-zam dalam beberapa botol air mineral berukuran 500 mililiter (ml). Hal itu ia lakukan setiap mendatangi Masjidil Haram, sejak tiba di Mekkah.

"Rata-rata buat minum di hotel. Buat dibawa paling empat botol," tutur Aki.

Keyakinan Aki berubah saat temannya meragukan cara yang akan ia gunakan. "Pasti terdeteksi x-ray. Malah repot nanti, disuruh bongkar-bongkar tas lagi, buat mengeluarkan air zam-zam. Bisa terlambat itu jadwal penerbangan kalau semua tas harus dibuka lagi," tutur teman Aki.

Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 15 Embarkasi Jakarta (JKG) asal Lampung Zainal menuturkan, keinginan membawa air zam-zam selalu terbersit dalam benak setiap jamaah yang pergi berhaji.

"Ada saja upaya untuk memasukkan air zam-zam ke koper. Padahal, itu sudah dilarang dan pasti ketahuan. Pemerintah Arab Saudi pun ketat dalam hal itu," terang Zainal, Kamis (1/10).

Halaman
12
Penulis: Ridwan Hardiansyah
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help