TribunLampung/

Transaksi Lewat Medsos Dominasi E-commerce

Industri e-commerce di Indonesia diprediksi makin cerah pada tahun mendatang. Setidaknya, ada tiga faktor yang menjadi pemicu.

Transaksi Lewat Medsos Dominasi E-commerce
net
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Industri e-commerce di Indonesia diprediksi makin cerah pada tahun mendatang. Setidaknya, ada tiga faktor yang menjadi pemicu.

"Penetrasi internet di Indonesia akan mencapai 250 juta pengguna di masa-masa mendatang. Jumlah itu setara dengan di Amerika Serikat saat ini," kata Co-Founder Bukalapak.com Fajrin Rasyid, Minggu (8/11/2015).

Masuknya Indonesia dalam jajaran 10 negara dengan ekonomi terbesar di dunia, sebanyak 60 persen ditunjang pengusaha level UKM.

"Juga mayoritas penduduk Indonesia dalam waktu mendatang, akan terkoneksi dengan menggunakan smartphone," kata Fajrin.

Menurut Fajrin, beberapa fakta terkait industri e-commerce Indonesia saat ini adalah classified website (iklan baris online), masih memiliki pengguna yang besar.

Selain itu penetrasi mobile internet di Indonesia sangat besar. Karena, banyak orang yang terhubung ke internet dengan menggunakan smartphone.

Fajrin mengatakan, dari data yang dimilikinya, transaksi e-commerce di media sosial (medsos) lebih besar dibandingkan transaksi e-commerce menggunakan platform khusus e-commerce.

Mereka bertransaksi setelah melakukan sepakat mengadakan jual beli menggunakan wahana medsos, seperti Facebook, Instagram, Twitter, BBM Group, atau Whatsapp.

Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help