TribunLampung/

Headline News Hari Ini

Dipanggil BK karena Jarang Masuk, Heru Sambodo Minta Secepatnya

Harusnya BK panggil dulu. Jangan langsung diumumkan.

Dipanggil BK karena Jarang Masuk, Heru Sambodo Minta Secepatnya
TRIBUN LAMPUNG/ROMI RINANDO
Anggota DPRD asal Golkar Heru Sambodo 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Anggota DPRD Kota Bandar Lampung Heru Sambodo meminta dipanggil secepatnya oleh Badan Kehormatan. Ingin mengaku ingin sesegera mungkin memberikan klarifikasi terkait seringnya absen dalam rapat paripurna.

"Kalau BK mau panggil saya, saya tidak keberatan. Saya siap. Kalau bisa, secepat-cepatnya. Ini bukan masalah manipulasi atau lainnya," ujar Heru, Minggu (29/11).

Bersama Nizar Romas, Heru Sambodo masuk dalam daftar hitam anggota DPRD Bandar Lampung yang paling sering tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD Bandar Lampung. Dalam 19 kali rapat paripurna, Heru hanya hadir enam kali. Sementara Nizar (Partai NasDem) hanya lima kali.

Heru menilai langkah yang diambil BK dengan mengumumkan absensi tingkat kehadiran 50 anggota DPRD dalam rapat paripurna, Jumat (27/11) pekan lalu, terlalu tergesa-gesa. Menurut dia, seharusnya BK lebih dahulu memanggil dan mempertanyakan mengapa dirinya jarang hadir dalam paripurna.

"Harusnya BK panggil dulu. Jangan langsung diumumkan. Kalau saya tidak datang atau tidak menjelaskan alasan saya jarang hadir, baru mereka bisa umumkan. Diiklankan juga tidak apa-apa. Itu yang benar. Saya ini mantan pimpinan DPRD. Tahu mekanisme dan ada etika," jelas ketua Fraksi Partai Golkar ini.

Menurut Heru, DPRD itu mengusung asas kolektif kolegial. Jika dihadiri dua pertiga dari jumlah anggota, rapat dianggap sudah kuorum.

Dikatakannya, belum tentu anggota DPRD yang selalu dalam paripurna memberikan kontribusi. Sebab, tidak ada tolok ukur mereka yang tingkat kehadirannya 100 persen itu memiliki kontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Belum tentu yang hadir 100 persen itu punya kontribusi. Tolok ukurnya apa? Tidak ada tolok ukur hadir 100 persen punya manfaat. Jadi kita ini bicara manfaat. Misalnya, apakah APBD yang sudah disahkan itu sudah bermanfaat bagi masyarakat. Jadi itu yang harus diperjuangkan. Masih banyak keluhan di masyarakat saat reses ini, misalnya masalah drainase, jalan, dan lainnya," beber Heru.

Heru kembali menegaskan, ketidakhadirannya bukan karena malas. Tapi, semata-mata karena ia tengah disibukkan dengan urusan partai. Apalagi ada 10 anggota DPRD dari Golkar yang akan di-PAW. Itu menjadi kewajiban Heru untuk memperjuangkan anggotanya.

"Coba kalau mereka yang bicara itu di-PAW, pasti kinerjanya terganggu. Tapi, saya berdoa dia tidak di-PAW. Apalagi saya ketua partai. Banyak teman yang saya perjuangkan, yang akan di-PAW," pungkasnya.

Baca selengkapnya di koran Tribun Lampung edisi hari ini, Senin, 30 November 2015.

Penulis: Romi Rinando
Editor: Heribertus Sulis
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help