Enjoy Lampung

Sempatkan Berkunjung ke Pantai Mutun, Wisata Pantai Favorit Masyarakat Lampung

Ada banyak cara yang dilakukan untuk mengisi akhir pekan dan liburan sekolah yang tak lama lagi menjelang.

Sempatkan Berkunjung ke Pantai Mutun, Wisata Pantai Favorit Masyarakat Lampung

Laporan Reporter Tribun Lampung Heru Prasetyo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ada banyak cara yang dilakukan untuk mengisi akhir pekan dan liburan sekolah yang tak lama lagi menjelang. Apalagi jika anda berbicara Lampung, banyak destinasi menarik yang laik anda kunjungi baik perseorangan atau beramai-ramai bersama keluarga.

Kali ini ada satu destinasi wisata yang Tribun sarankan untuk anda datangi saat berlibur di Lampung. Namanya adalah Pantai Mutun. Salah satu pantai favorit masyarakat saat libur datang.

Pantai Mutun juga salah satu wisata pantai yang tak jauh dari pusat Kota Bandar Lampung. Pantai yang berlokasi di Kabupaten Pesawaran ini sudah menjadi obyek wisata yang amat populer di kalangan masyarakat Lampung. Siapa warga Lampung yang tak kenal dengan Pantai Mutun?

Atas ketenaran itu pula membuat pantai mutun senantiasa ramai setiap akhir pekan maupun saat liburan. Pengunjung pun bukan hanya berasal dari warga lokal, wisatawan luar kota, seperti Palembang, Jambi, Jakarta dan Bandung pun meramaikan pantai ini.

Lokasi Pantai Mutun yang berada di Kabupaten Pasawaran bisa ditempuh dengan perjalanan kurang lebih 30 menit dari pusat Kota Bandar Lampung. Letak pantai ini sendiri berada di sebelah kiri jalan utama (dari Pusat Kota Bandar Lampung), dan dari jalan utama pengunjung masih harus menempuh jarak sekitar satu kilometer hingga sampai di pantai. Tidak perlu takut terseat, sebab pantai ini cukup mudah ditemui, terdapat beberapa papan petunjuk ke arah Pantai Mutun sehingga akan memudahkan perjalanan anda.

Sepanjang perjalanan menuju Pantai Mutun ini anda akan disuguhi dengan pemandangan pesisir pantai. Tapi akses jalan menuju pantai ini sedikit rusak, beberapa titiik terdapat lubang yang mengancam perjalanan. Terlebih jika anda mengandalakan roda dua sebagai sarana transportasi. Akses jalan menuju Pantai Mutun naik turun, dan jika musim kemarau dipastikan kondisi jalan ini berdebu, jadi jika anda membawa kendaraan roda dua jangan lupa untuk menggunakan masker.

Saat anda sudah sampai di Pantai Mutun, anda akan dikenakan biaya masuk Rp 10.000 per orang di gerbang pertama yang dijaga oleh masyarakat setempat. Sedangkan saat memasuki area pantai, pengunjung akan menemui lagi pos masuk yang mewajibkan membayar tiket masuk mulai dari Rp 10.000 per orangnya. Untuk parkir motor atau mobil juga dikenakan biaya lagi, untuk motor Rp 5000 dan untuk mobil Rp 10.000.

"Tiket masuk utama orang cuma Rp 10.000 aja. Kalau yang di depan itu lebih kepada tiket masuk untuk sarana disini, nantinya digunain buat perbaikan jalan sejenisnya gitu," ungkap Nando petugas tiketing di pantai Mutun.

Memasuki Pantai Mutun anda akan disuguhi pemandangan yang meyejukkan mata. Sebenarnya Pantai Mutun tergolong sebagai pantai teluk, jadi bisa dipastikan kalau ombak di pantai ini tidak terlalu besar. Hamparan pantai berpasir putih dengan laut biru merupakan pemandangan yang mendominasi obyek wisata Pantai Mutun.

Dengan laut yang berombak tenang membuat wisatawan tidak ragu lagi untuk menceburkan diri dan berenang di laut. Bagi yang tidak ingin mandi di laut, anda dapat duduk dan berteduh di pondok-pondok kecil yang ada di sepanjang pantai yang disewakan warga dengan harga mulai dari Rp 30.000 - Rp 100.000 selama seharian..

Tak puas dengan bermain air laut dan pasir, anda dapat mencoba beberapa permainan lain yang disediakan. Di Pantai Mutun, beberapa fasilitas wisata sudah disediakan dengan baik seperti bermain di waterboom, kano, snorkeling, atau banana boat.

Oh ya, di Pantai Mutun ini ada juga obyek wisata lain yaitu Pulau Tangkil. Berkunjung ke Pantai Mutun jangan sampai melewatkan untuk mengunjungi Pulau Tangkil. Letak pulau ini berada di seberang pantai, jadi anda harus menyeberang menggunakan perahu selama 15 menit.

Ada jasa penyewaan perahu menuju Pulau Tangkil, biasanya jasa ini ditawarkan oleh nelayan setempat. Harganya mulai dari Rp 150.000 sekali berangkat untuk 10 orang, tapi itu semua tergantung cara melobi anda untuk dapat menyewa jasa nelayan setempat untuk mengantarkan anda pulang pergi, jika beruntung anda bisa mendapatkan harga yang murah.

Nah buat anda yang ingin menginap, di tempat ini terdapat banyak home stay warga yang bisa dijadikan pilihan untuk bermalam. Harganya bervariatif, mulai dari Rp150.00,00 hingga Rp250.000,00 per malam. "Kalau ada pengunjung yang mau menginap, bisa ngomong ke warga sekitar atau petugas yang ada. Karena disini banyak home stay yang bisa dipakai," ungkap Nando.

Penulis: heru prasetyo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved