Diperkirakan Delapan Tahun Pengungsi Menetap di Aceh Utara

"Bagi saya, demi kemanusiaan, siapa pun yang memerlukan bantuan seperti warga Rohingnya itu, saya siap membantu,"

Diperkirakan Delapan Tahun Pengungsi Menetap di Aceh Utara
KOMPAS.COM/MASRIADI
Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib menerima kunjungan peneliti asal Jepang di pendopo bupati Aceh Utara 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LHOKSEUMAWE - Pengungsi Rohingnya yang tinggal di Kabupaten Aceh Utara diperkirakan menetap hingga delapan tahun, sebelum mendapat suaka ke negara lain.

Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib atau disapa Cek Mad mengatakan pemerintah berkomitmen membantu warga Rohingya yang masih tinggal di Aceh Utara.

Komitmen tersebut diucapkan Cek MAd saat menerima kunjungan tiga peneliti dari lembaga The Sasakawa Peace Foundation (SPF) dari Jepang yang sedang meneliti tentang pengungsi Rohingya yang terdampar di Aceh.

"Bagi saya, demi kemanusiaan, siapa pun yang memerlukan bantuan seperti warga Rohingnya itu, saya siap membantu," kata dia, Minggu (07/02/2016).

Dia meminta agar warga Rohingnya bersabar menunggu pemerintah mengupayakan negara ketiga yang mau memberikan suaka.

Sejauh ini, sambung Cek Mad, Aceh Utara berkomitmen menjaga warga Rohingnya dan segala keperluan mereka di Aceh Utara.

Sebelumnya, tiga peneliti dari Jepang ini telah berkunjung ke lokasi penampungan sementara di Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.

Para peneliti tersebut tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang konflik yang diderita para pengungsi Rohingya.

Mereka juga hendak mendalami penanganan warga Rohingnya setelah tiba di Aceh.

Kunjungan mereka ke pengungsi Rohingya ini juga mengikutsertakan seorang wartawan dari media Jepang, NHK.

Ketiga peneliti tersebut, masing-masing Akiko Horiba, Mariko Hayashi dan Fumiko Okamtoto. Sedangkan wartawan NHK bernama Yuko Aizawa.

Selain di Desa Blang Adoe, Aceh Utara, para pengungsi Rohingya juga ditampung di Bayeun, Aceh Timur, Kuala Langsa dan Lhok Bani, Kota Langsa.

Editor: Reny Fitriani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help