TribunLampung/

Enjoy Lampung

Tampil Etnik dengan Koleksi Galeri Juragan Kain, Ada Coat Hingga Croptop Set dari Kain Tapis

Di galeri milik perempuan cantik bernama Mia Ayunda Sari ini terpajang produk fesyen serba etnik yang tidak hanya cantik tetapi modelnya pun up-to-dat

Tampil Etnik dengan Koleksi Galeri Juragan Kain, Ada Coat Hingga Croptop Set dari Kain Tapis
Ist
Koleksi busana etnik dari Galeri Juragan Kain 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Barang fesyen sudah tentu menjadi item yang tidak bisa dilepaskan dari perempuan, segala pernak-pernik mulai dari coat, atasan, tas hingga sepatu menjadi koleksi yang melengkapi dan menunjang penampilan perempuan dalam kesehariannya.

Beberapa tahun belakangan, barang fesyen berbau etnik tengah gandrung dan diuber oleh kaum perempuan, kecantikan dan keunikan dari barang-barang otentik daerah ini menjadi salah satu alasan para perempuan untuk memilihnya.

Praktis, saat bepergian pun perempuan tidak lupa untuk memborong atau menyisipkan barang berbau etnik ini dalam daftar must-buy item mereka.

Bagaimana dengan di Lampung? ternyata tidak jauh berbeda, fenomena gandrung akan barang etnik pun kian menjadi seiring dengan semakin banyaknya produsen yang berinovasi dalam menghasilkan barang etnik yang classy.

Salah satunya seperti yang bisa kita dapati saat mampir ke Galeri Juragan Kain yang beralamat di Jalan KH Mas Mansyur No 93, Bandar Lampung.

Di galeri milik perempuan cantik bernama Mia Ayunda Sari ini terpajang produk fesyen serba etnik yang tidak hanya cantik tetapi modelnya pun up-to-date sehingga sangat pas untuk dikenakan dan semakin membuat kita tambah percaya diri tentunya.

Beberapa koleksinya adalah coat, croptop set, jumper, baju kodok dan juga pants yang terbuat dari bahan kain tapis yang khas dari Provinsi Lampung, adapula kaftan hodie tapis, dan juga dress jumputan yang dapat anda gunakan dalam acara keluarga ataupun acara penting lainnya.

"Awalnya saya iseng yah jualan ini, tapi akhirnya berkembang seperti sekarang. Dulu sangat jarang anak muda yang memakai tenun, apalagi tapis khas kita. Sukanya pake brand luar negeri. Akhirnya kita selalu bikin dan jualan tenun. Kita desain yang bagus. Karena dulu kain tenun identik dengan kuno dan hanya dipakai saat acara adat. Kita buat desain atau packagingnya yang oke dan modern," terang Mijoyy, sapaan akrab Mia Ayunda Sari.

Halaman
12
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help