Ini Tiga Solusi Atasi Macet Akibat Babaranjang
Yakni merubah seluruh jadwal perjalanan KA babaranjang dari jam sibuk dialihkan pada malam hari, saat trafik lalu lintas rendah.
Penulis: Romi Rinando | Editor: Reny Fitriani
Laporan Wartawan Tribun Lampung Romi Rinando
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Ofyar Z Tamin pengamat transportasi yang juga Rektor Itera mewacanakan tiga gagasan untuk mengatasi kemacetan akibat perjalanan angkutan kereta api babaranjang di ibukta Provinsi Lampung, yakni merubah seluruh jadwal perjalanan KA babaranjang dari jam sibuk dialihkan pada malam hari, saat trafik lalu lintas rendah.
Solusi kedua lanjut dia, yakni membangun underpass atau flyover di titik-titik persimpangan tidak sebidang yang menjadi jalur kereta api bararanjang di wilayah Kota Bandar Lampung.
“Solusi mendesak bisa dilakukan cepat adalah merubah seluruh jadwal perjalanan KA Babaranjang dari jam sibuk ke pada malam hari. Solusi jangka menengah bisa underpass jalur kereta diatas jalan, atau flyover, jalur kereta yang dibawah jalan,” kata Ofyar, kemarin.
Menurut dia, pembangunan underpass ataupun flyover bisa menelan anggaran yang tidak sedikit, dan diperkirakan satu underpass atau flyover bisa menelan anggaran sekitar Rp. 5 – Rp 6 miliar. Kalau memang terkendala anggaran, bisa yang lebih prioritas dan mendesak,” jelas dia.
Ditambahkannya untuk solusi jangka panjang adalah membuat trayek jalur kereta api baru dengan tidak mengitari wilayah Bandar Lampung, namun langsung ke arah Selatan. “Solusi ketiga ini memang mahal, bisa efektif atasi macet dan berdampak tinggi , dan ini butuh dukungan semua pihak, baik kementerian perhubungan melaui ditjen KAI, Pemkot, pemrov, dan juga masyrakat itu sendiri,”pungkasnya. (*)