TribunLampung/

ADVERTORIAL

Chusnunia Chalim: Santri Harus Bersatu Padu Ikut Serta Memajukan Bangsa

Chusnunia Chalim, Bupati Lampung Timur mengajak seluruh santri bersatu padu ikut serta dalam memajukan bangsa, khususnya di Lampung Timur.

Chusnunia Chalim: Santri Harus Bersatu Padu Ikut Serta Memajukan Bangsa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SUKADANA - Chusnunia Chalim, Bupati Lampung Timur mengajak seluruh santri bersatu padu ikut serta dalam memajukan bangsa, khususnya di Lampung Timur.

"Para santri harus mampu mempertahankan kemerdekaan dengan bersatu padu ikut serta dalam memajukan bangsa, khususnya Kabupaten Lampung Timur ini," pungkasnya saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional, yang dilaksanakan di Lapangan Brimob, Desa Sukadana Ilir.

Acara Hari Santri Nasional diikuti oleh ribuan santri dari 11 kecamatan tersebut, juga dihadiri oleh Ketua PCNU Lampung Timur, Imam Zuhdi, seluruh SKPD di lingkungan pemerintah kabupaten Lampung Timur, seluruh Asisten, camat, para ulama.

https://pbs.twimg.com/media/CyAXGl_VQAAojew.jpg

Ahmad Basuki, Panitia penyelenggara peringatan Hari Santri Nasional, menjelaskan di Lampung Timur peringatan Hari Santri Nasional dilaksanakan juga di empat zona selain zona satu Sukadana, yaitu Way Jepara, Jabung, Sekampung Udik dan Pasir Sakti.

"Di zona satu diikuti oleh 11 kecamatan, meliputi kecamatan Sukadana, Bumi Agung, Way Bungur, Purbolinggo, Raman Utara, Batanghari Nuban, Pekalongan, Metro Kibang, Batanghari, Sekampung Dan Margatiga, yang dihadiri oleh 50 pondok pesantren dan di ikuti oleh sekitar 10 ribu santri lebih," jelasnya.

Meski suasana peringatan Hari Santri Nasional berlangsung di tengah guyuran hujan, tetapi acara tetap berlangsung khidmat dan lancar. Tampak peserta terlihat antusias dan semangat, bahkan Nunik, sapaan akrab Chusnunia Chalim yang menjadi inspektur upacara meminta untuk memindahkan tenda dari podium yang sudah disiapkan untuk inspektur upacara, sehingga ia ikut kehujanan bersama para santri dan peserta yang mengikuti upacara.

Dalam sambutannya, Nunik yang juga besar dan tumbuh dalam tradisi pesantren, menyampaikan harapannya kepada santri untuk menjadi generasi yang aktif terlibat dalam membangun negeri.

"Kini, sudah banyak santri yang menjadi pemimpin di negeri ini, ke depan santri harus lebih bisa mengembangkan potensi yang ia miliki, bisa dengan menjadi jurnalis, bupati, menteri bahkan menjadi Presiden," ujar Nunik.

Nunik menambahkan, bahwa momentum Hari Santri Nasional adalah momentum untuk mengingat keterlibatan para kyai dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan, sehingga para santri wajib untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan yang telah diperjuangan dengan susah payah tersebut.

Sebagaimana diketahui, Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober, sebagai penghargaan atas keterlibatan para santri dan kyai, sekaligus sebagai upaya mengingat Resolusi Jihad NU yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help