Ini Daftar Pekerjaan dengan Tingkat Stres Tinggi, Berani Coba?

Secara khusus, penelitian tersebut menemukan bahwa profesor di universitas mengalami stres yang kecil saat bekerja.

Ini Daftar Pekerjaan dengan Tingkat Stres Tinggi, Berani Coba?
Reader's Digest
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Penelitian terbaru menunjukkan, profesor di universitas dan anggota militer aktif, berada di ujung yang berlawanan dari spektrum tekanan pekerjaan.

Secara khusus, penelitian tersebut menemukan bahwa profesor di universitas mengalami stres yang kecil saat bekerja.

Sedangkan, anggota militer mengalami banyak sekali tekanan saat mereka bekerja.

Untuk menyusun daftar, sebuah laman pencarian kerja, CareerCast.com menguji dan memberi nilai pada lebih 200 pekerjaan, berdasarkan lingkungan kerja, daya saing kerja, dan risiko masing-masing pekerjaan.

“Peluang pertumbuhan kesempatan kenaikan jenjang karier yang tinggi, serta risiko ancaman kesehatan yang kecil, di suatu lingkungan yang tingkat tekanannya rendah, membuat profesi sebagai profesor di universitas, akan membuat iri profesional di bidang karier yang lain,” ujar Tont Lee, penerbit dari CareerCast.com.

Tukang jahit berada di belakang profesor, sebagai karier dengan tingkat tekanan terendah.

Catatan medis para teknisi, ahli perhiasan, dan teknisi laboratorium medis juga dinilai sebagai karier dengan tingkat stres yang rendah oleh CareerCast.com.

Pekerjaan lain yang memiliki tingkat stres yang rendah adalah audiolog, ahli gizi, penata rambut, pustakawan, serta operator pengeboran.

Sebaliknya, di bidang militer, terdapat dua pekerjaan dengan tingkat stres terbesar, yaitu anggota aktif dan jenderal.

Pemadam kebakaran, pilot pesawat komersial, dan eksekutif di bidang hubungan masyarakat berada di urutan berikutnya, dari daftar pekerjaan dengan tingkat stres tinggi.

Beberapa pekerjaan lainnya yang memiliki tingkat stres yang tinggi adalah senior eksekutif di suatu perusahaan, jurnalis foto, reporter koran harian, pengemudi taksi, serta petugas kepolisian.

Ikuti kami di
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Intisari Online
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help