TribunLampung/
Home »

News

» Jakarta

Sidang Kasus Ahok

Majelis Hakim Sebut Keberatan Ahok Soal Penodaan Agama Bukan Eksepsi

Menimbang keberatan terdakwa bukanlah yang dimaksud dalam pasal 156 ayat 1 KUHAP," kata ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto

Majelis Hakim Sebut Keberatan Ahok Soal Penodaan Agama Bukan Eksepsi
ANTARA FOTO/Pool/M Agung Rajasa
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama melambaikan tangan seusai menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, Jakarta, Selasa (20/12). Sidang lanjutan digelar dengan agenda tanggapan jaksa atas nota keberatan (eksepsi). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA-Majelis Hakim kasus dugaan penodaan agama mengatakan nota keberatan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok soal tak berniat menodakan agama bukanlah eksepsi.

Keberatan Ahok lainnya yang tak dikategorikan eksepsi seperti kegiatan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, membantu guru ngaji memberangkatkan haji dan pembangunan masjid dan keberatan Ahok soal asal usul Surat Al Maidah ayat 51 dengan mengutip buku yang ditulisnya.

"Menimbang keberatan terdakwa bukanlah yang dimaksud dalam pasal 156 ayat 1 KUHAP," kata ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

Ada tiga obyek dalam pasal 156 ayat 1 KUHAP, yakni pengadilan tidak berwenang mengadili perkara; dakwaan tidak dapat diterima; dan surat dakwaan harus dibatalkan.

Majelis hakim menilai keberatan Ahok tersebut sudah berkaitan dengan materi dakwaan dan dapat dibuktikan dalam sidang pembuktian.

Adapun keberatan Ahok akan dicatat oleh majelis hakim sebagai bahan pertimbangan pada vonis nanti.

"Maka keberatan akan diputus setelah diperiksa bukti-bukti," kata Dwiarso.

Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help