Malam Tahun Baru, Candi Borobudur Dihiasi 5.000 Lampion

Ke depan Borobudur Nite diganti menggunakan drone yang dikonfigurasikan dengan lampu.

Malam Tahun Baru, Candi Borobudur Dihiasi 5.000 Lampion
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Gerhana Matahari Parsial di Borobudur - Fenomena gerhana matahari parsial terlihat melalui sekeping kaca di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (9/3). Peristiwa langka tersebut disambut dengan meriah di berbagai daerah di Indonesia. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MAGELANG - Malam tahun baru 2017 di Candi Borobudur akan dihiasi dengan 5.000 lampion. Pelepasan lampion sebagai simbol rasa syukur dan harapan baik bagi Candi Borobudur di masa yang akan datang.

Direktur PT Taman Wisata Candi Borobur, Prambanan dan Ratu Boko (TWCPRB), Edi Setijono, menjelaskan 5.000 lampion itu akan dilepaskan masyarakat dari Taman Lumbini dan Concourse di dalam komplek Taman Wisata Candi Borobudur, serta di empat titik desa di luar komplek yakni di sisi timur, barat, utara dan selatan.

"Pelepasan lampion ini wujud ekspresi syukur atas kerja keras selama setahun dan wujud pengarapan agar 2017 kami bisa meraih prestasi yang lebih baik," ujar Edi, Kamis (29/12/2016).

Malam tahun baru bertajuk ‘Borobudur Nite’ Music and Lantern 2017 itu akan diawali dengan suguhan seni tradisional dari masyarakat yang ada sekitar Candi Buddha ini. Lalu, akan dimeriahkan pula oleh sejumlah penyanyi serta band-band musik Indonesia, antara lain Tompi, Citra Scholastika, Flow Band, Sinergy BUMN Band dan lain sebagainya.

"Kesenian tradisinal potensi desa juga akan dipentaskan di 4 Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang tersebar di sekitar Candi Borobudur. Kegiatan ini adalah milik masyarakat, bersama-sama bersuka cita menyambut pergantian tahun baru," katanya.

Edi mengutarakan 5.000 lampion yang akan dilepaskan masih merupakan lampion konvensional. Namun, ke depan pihaknya akan mencoba teknologi baru yang memungkinkan pelepasan "lampion" berupa drone sehingga tidak mencemari udara.

"Kami sedang mencoba teknologi, doakan kami bisa mewujudkan. Ke depan Borobudur Nite diganti menggunakan drone yang dikonfigurasikan dengan lampu. Sehingga ke depan tidak lagi menggunakan lampion konvensional," tambah Edi.

Emilia Eny Untari, Kepala Departemen Marketing PT. TWC, menambahkan maksud dan tujuan kegiatan ini untuk menambah hiburan masyarakat dalam menyambut moment malam pergantian tahun. Dengan pemandangan berlatar belakang bangunan cagar budaya dunia diharapkan akan menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan untuk menikmati Candi Borobudur di malam hari.

"Event ini sekaligus untuk memberikan ruang bagi masyarakat untuk dapat berpartisipasi memeriahkan moment malam pergantian tahun dari desa masing-masing dengan menampilkan potensi-potensi di bidang kesenian," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, pihaknya juga ingin mempromosikan potensi wisata desa-desa sekitar Borobudur, baik dalam bidang kuliner, seni budaya, alam, kerajinan tangan maupun lainnya yang diakomodir di setiap Balkondes.

"Dengan demikian di masa yang akan datang akan terwujud kawasan pariwisata Borobudur berbasis kearifan lokal dan keragaman potensi desa sekitar," sebut dia.

Penulis : Kontributor Magelang, Ika Fitriana

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help