TribunLampung/

Merawat Luka Jangan Lagi Pakai Obat Merah

Dahulu kita memakai "obat merah" berisi larutan merkurokrom yang dapat membuat luka (basah) menjadi kering.

Merawat Luka Jangan Lagi Pakai Obat Merah
dok. kompas.com
Ilustrasi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -  Luka merupakan dikontinuitas permukaan kulit yang mudah terpapar kuman atau mikroba lian seperti jamur. Meski tergantung kesehatan kulit itu sendiri, luka biasanya sembuh tanpa perlu  banyak diperhatikan.

Artinya, akan terbentuk kulit baru yang menutupi permukaan luka secara sempurna. Ini karena tubuh sehat mempunyai mekanisme regenerasi luka sangat baik, yakni membentuk jaringan granulasi yang kemudian ditutup dengan jaringan epitel.

Dengan sendirinya, bila dipengaruhi penyakit seperti diabetes, atau usia lanjut, kulit tidak lagi sehat dan lentur sehingga penyembuhan luka terganggu.

Luka baru, terutama yang kotor, sebaiknya dibersihkan dengan air dan sabun. Kemudian segera dikeringkan dengan kain bersih, bukan tisu. Soalnya, serpihan tisu atau bahan apa saja yang menempel di atas luka merupakan tempat kuman berkembang biak sehingga mengalangi tumbuhnya jaringan granulasi.

Bila luka hanya berada di permukaan dan terdapat di bagian tubuh yang tidak bergerak, kadang kala ada baiknya untuk membiarkan luka terbuka. Ini membuat penyembuhan luka jadi lebih cepat. Antiseptik atau salep antibiotik sering tidak diperlukan, bila lukanya bersih.

Namun, bila lukanya dalam atau kotor sebaiknya ditutup dengan kasa steril dan dengan alasan di atas jangan menggunakan kapas. Membersihkan dengan air dan sabun juga dianjurkan, bila luka kotor dan baru terjadi.

Perdarahan sebaiknya dihentikan dengan cara menekan di tempat darah keluar dengan menggunakan kain kasa (steril bila ada) dan baru dilepas bila perdarahan sudah berhenti.

Menggunakan antiseptik untuk luka segar dapat dibenarkan, guna membunuh kuman yang ada. Untuk ini juga sering dipakai salep antibiotik, walau sebaiknya tidak dilakukan pada tiap luka untuk menghindarkan timbulnya kekebalan kuman.

Dahulu kita memakai "obat merah" berisi larutan merkurokrom yang dapat membuat luka (basah) menjadi kering. Mungkin, satu kali pemberian sudah cukup.

Sayang, kini merkurokrom tidak dibenarkan lagi  karena mengandung senyawa merkuri organik yang dianggap sangat toksik terhadap otak. Padahal, bila dipakai sedikit saja tidak masalah. Cuma bila sering dipakai untuk permukaan luas, dikhawatirkan sifat toksik akan menumpuk.

Halaman
12
Tags
Obat
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help