TribunLampung/

Guru Cantik Ini Hilang Usai Curhat tentang Poligami

Pastinya kita belum tahu ada di mana. Karena semua alat komunikasi (dan akun media sosial) sudah dimatikan.

Guru Cantik Ini Hilang Usai Curhat tentang Poligami
dok.
Annisa Aryani, warga Lampung Timur dikabarkan hilang kontak dengan keluarga sejak tanggal 6 Januari. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO- Seorang guru cantik bernama Annisa Aryani dikabarkan menghilang. Sepekan tidak ada kabar beritanya, warga Purbolinggo, Lampung Timur ini disebut berada di Malaysia.

Itu setelah keluarga dan rekan-rekannya mem-posting hilangnya gadis 25 tahun tersebut di media sosial.

Suryani, ibu Annisa, mengatakan, sampai sekarang dirinya belum tahu pasti anaknya ada di mana.

Menurut dia, informasi keberadaan guru SMAIT Way Jepara, Lamtim itu di Malaysia belum tentu benar adanya.

"Pastinya kita belum tahu ada di mana. Karena semua alat komunikasi (dan akun media sosial) sudah dimatikan. Mulai dari handphone, BBM (BlackBerry Messenger), WA (WhatsApp), Facebook, sampai Instagram, semua sudah tidak aktif lagi. Memang ada kabar dari seseorang setelah kita share itu, katanya di Malaysia. Tapi, belum jelas juga," beber Suryani, Jumat (13/1).

Suryani berharap, putri pertamanya tersebut bisa segera pulang atau ditemukan. Ia mengaku belum melapor secara resmi ke aparat berwajib. Namun, ia memastikan keluarganya segera membuat laporan. Harapannya, keberadaan Annisa bisa segera terlacak.

Suryani menceritakan, satu hari sebelum diketahui menghilang, Annisa sempat mencurahkan isi hati kepada ayahnya melalui pesan BBM. Annisa menanyakan beberapa hal terkait agama. Salah satunya terkait poligami.

"Memang dia sangat aktif kalau soal agama. Suka sekali membahas dan membaca. Begitu juga menulis. Nah, tanggal 4 (Januari 2017) itu, (Annisa) BBM ayah, tanya gimana kalau poligami. Sampai menanyakan sikapnya selama ini ke keluarga, apakah sudah baik atau belum," terangnya.

Keesokan harinya, Annisa berpamitan dari rumah hendak pergi ke Metro untuk mengunjungi sang adik, Septia. Sorenya, ia minta diantarkan adiknya ke loket bus Damri. Setelah membeli tiket, Annisa menyuruh adiknya pulang karena sudah petang.

"Adiknya sempat curiga dan tanya kok bawa baju banyak sekali. Bilangnya mau pelatihan ke Bandar Lampung. Nah, malam harinya dia kirim pesan singkat ke bapak dan adiknya. Isinya agar (Annisa) tidak usah dicari dan jangan ganti nomor handphone. Karena suatu saat akan dihubungi," ungkap Suryani.

Halaman
123
Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help