Home »

Sport

» Tinju

Diejek Cengeng, Sarita Devi Bungkam Lawannya

Kemenangan ini menjadi lebih manis karena saya mengalahkan petinju berpengalaman.

Diejek Cengeng, Sarita Devi Bungkam Lawannya
AFP PHOTO/ INDRANIL MUKHERJEE
Sarita Devi (kanan) yang menangis di podium dan menolak mengenakan medali yang didapatkannya, Rabu (1/10/2014), sebagai protes atas penjurian yang menurut dia menyebabkan kekalahannya di babak semifinal tinju putri Asian Games 2014. AFP PHOTO/ INDRANIL MUKHERJEE Sarita Devi (kanan) yang menangis di podium dan menolak mengenakan medali yang didapatkannya, Rabu (1/10/2014), sebagai protes atas penjurian yang menurut dia menyebabkan kekalahannya di babak semifinal tinju putri Asian Games 2014. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, NEW DELHI - Petinju puteri India, Laishram Sarita Devi memenangi debutnya di tinju profesional dengan mengalahkan petinju Hungaria, Zsofia Bedo.

Devi membungkam lawannya yang sebelum pertarungan selalu mengejek peristiwa saat ia menangis pada waktu menolak menerima medali perunggu di Asian Games Incheon 2010. Saat itu melakukan protes terhadap hakim yang memutuskan dirinyakalah saat menghadapi petinju Korea Selatan di babak semifinal.

Saat menghadapi Bedo di kampung halamannya di Manipur, ia mampu menekan lawannya di sepanjang pertarungan. Bedo yang memiliki rekor bertarung 59 pertarungan tidak mampu mengimbangi lawannya yang mendapat dukungan penuh dari penonton dan keluarga.

"Kemenangan ini menjadi lebih manis karena saya mengalahkan petinju berpengalaman. Pengorbanan yang saya lakukan beberapa dekade tak sia-sia," kata Devi.

Petinju berusia 31 tahun ini menjadi pusat perhatian saat menolak mengenakan medali perunggu di Asian Games 2010. Ia menuduh hakim bertindak berat sebelah dengan memenangkan lawannya di semifinal, petinju tuan rumah, Park Ji-Na. Saat menolak itulah, ia menangis di atas ring.

Akibat penolakan ini, Devi dijatuhi skorsing satu tahun. Inilah salah satu alasan petinju yang pernah mendapat medali perak Pesta Olahraga Negara Persemakmuran ini kemudian terjun ke dunia tinju pro.

Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help