Permukaan Danau Ini Dipenuhi Bunga Teratai yang Tumbuh Alami

Kami pun berdecak kagum melihat keindahan bunga teratai, atau yang memiliki nama latin Nymphaea lotus di Danau Nong Han.

Permukaan Danau Ini Dipenuhi Bunga Teratai yang Tumbuh Alami
Kompas.com
Bunga teratai di Danau Nong Han, Udon Thani. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, UDON THANI - Hamparan bunga teratai di Danau Nong Han, Udon Thani, Thailand, membuat kami sebagai penumpang perahu terperangah.

Kami pun berdecak kagum melihat keindahan bunga teratai, atau yang memiliki nama latin Nymphaea lotus di Danau Nong Han.

Bak permadani warna fuschia yang memanjakan indera penglihatan.

Danau Nong Han mulai terkenal sejak tiga tahun lalu di kalangan wisatawan.

BACA JUGA: Jembatan Kaca di Thailand buat Wisatawan Serasa Berdiri di Awan

Fenomena tumbuhnya bunga teratai yang terjadi secara alami, kini menjadi magnet wisata baru di Provinsi Udon Thani, Thailand.

Meski sebenarnya, masyarakat setempat sudah tahu fenomena alam itu sejak 13 tahun lalu.

"Musim terbaik untuk menyaksikan bunga teratai ini adalah di Januari sampai Febuari awal. Saya merekomendasikan untuk sampai di tempat sebelum pukul 06.30, karena saat matahari sudah tinggi dan panas, bunga teratai akan menguncup," kata Director Tourism Authority of Thailand Udon Thani, Seksan Sripraiwan, Minggu (5/2/2017).

KompasTravel dalam acara AEC Media Fam Trip Thailand Connect, Senin (6/2/2017) akhirnya menyaksikan sendiri keindahan bunga teratai di Danau Nong Han.

Bersama dengan grup, kami menumpang perahu motor yang memang disediakan untuk pariwisata, pada pukul 07.00 waktu setempat.

Tiket wisata dihargai 500 Baht atau setara Rp 200.000 untuk satu perahu, dengan maksimal enam orang penumpang.

Durasi waktu tur di Danau Nong Han berkisar satu jam.

Pada 15 menit awal, pemandangan Danau Nong Han terlihat biasa saja.

Hanya ada sedikit bunga teratai yang tumbuh.

Semakin jauh perahu melaju, akhirnya terlihat pemandangan teratai yang menakjubkan.

Hamparan bunga teratai tersebut tumbuh subur dan tampak sangat cantik.

Halaman
12
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help