10 Tangga Paling Mengerikan di Dunia, Berani Coba?

Sudut yang curam dan tinggi membuat tangga-tangga di dunia ini dihindari oleh banyak orang, atau justru menjadi magnet.

10 Tangga Paling Mengerikan di Dunia, Berani Coba?
Tangga di Gunung Huashan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Ada banyak tangga di dunia yang membuat orang takut untuk menaiki dan menuruninya. Sudut yang curam dan tinggi membuat tangga-tangga di dunia ini dihindari oleh banyak orang, atau justru menjadi magnet untuk menguji keberanian.

Berikut daftar tangga tertinggi di dunia mengutip situs Travel and Leisure, Senin (13/2/2017):

1. Angkor Wat, Kamboja

Candi agama Hindu dan Buddha yang dibangun pada abad ke-12 ini terkenal oleh tangganya yang curam. Tak heran ada tali yang dipasang untuk membantu pegangan para wisatawan, Kata pemandu Angkor Wat, tangga memang dibuat curam untuk mengingatkan kepada orang-orang bahwa surga sulit untuk dicapai.

2. The Verruckt, Kansas City, Amerika

Ngeri menjadi ganda ketika harus menaiki tangga wahana Niagara Falls terpanjang dan tercepat di dunia ini. Pengunjung harus mendaki 264 anak tangga dengan 25 putaran yang memiliki tinggi 21 meter. Tentunya turun dari tangga ini tak kalah mengerikan!

3. Air Terjun Pailon del Diablo, Equador

Tangga ini terlihat cantik, menyatu dengan keindahan alam Equador. Tetapi percayalah, naik tangga dekat air terjun dari batu yang licin bukan hal yang menyenangkan. Apalagi, gabungan kerikil untuk membuat tangga ini menciptakan ilusi optik yang membuat orang yang naik-turun tangga ini harus super hati-hati.

4. Half Dome, Cable Route, California, AS

Yosemite Valley dikenal sebagai tempat para pecinta kegiatan ekstrem memanjat tebing. Inilah tangga di tengah Yosemite Valley dan High Sierra. Ada 400 anak tangga vertikal yang harus didaki untuk melihat keindahan alam luar biasa. Mendaki tangga ini saat musim hujan sangat tak disarankan karena beresiko kematian.

Tangga Machu Picchu buatan Suku Inca 500 tahun lalu.
Tangga Machu Picchu buatan Suku Inca 500 tahun lalu. ()
Halaman
123
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help