TribunLampung/

Gara-gara Keguguran, Perempuan Ini Diborgol di Ranjang RS dan Dihukum 30 Tahun Penjara

Keluarganya menemukan Sonia dalam kondisi pingsan berlumuran darah, sementara bayinya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Gara-gara Keguguran, Perempuan Ini Diborgol di Ranjang RS dan Dihukum 30 Tahun Penjara
AP/Independent
Sonia Tabora saat disambut keluarganya ketika dibebaskan dari sebuah penjara di El Salvador. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SAN SALVADOR - Sebuah pengadilan di El Salvador membebaskan seorang perempuan yang divonis hukuman penjara 30 tahun setelah mengalami keguguran saat berada di ladang.

Keputusan pengadilan ini merupakan pertanda bahwa negeri yang dianggap sebagai tempat terburuk bagi hak-hak reproduksi perempuan, tengah berubah.

Sonia Tabora baru berusia 20 tahun saat harus melahirkan ketika kehamilannya baru berusia tujuh bulan. Saat itu dia melahirkan anaknya sendiri di sebuah perkebunan kopi.

Keluarganya menemukan Sonia dalam kondisi pingsan berlumuran darah, sementara bayinya ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Keluarga Sonia lalu membawa perempuan itu ke sebuah klinik kesehatan karena khawatir nyawa ibu muda itu tak tertolong.

Namun, para dokter malah menuduh Sonia menggugurkan kandungannya, yang saat itu sangat ilegal di El Salvador.

Dalam kondisi yang masih lemah, Sonia diborgol ke ranjangnya dan pihak klinik memanggil polisi.

Dengan dukungan para aktivis yang memperjuangkan penghapusan undang-undang anti-aborsi, Sonia akhirnya dibebaskan pada 2012.

Namun, pada akhir 2014, kasusnya ditinjau ulang oleh sebuah panel pengadilan untuk memutuskan apakah Sonia akan benar-benar dibebaskan atau dimasukkan lagi ke penjara.

Pekan ini, Pusat Hak-hak Reproduksi, mengabarkan, pengadilan sudah membatalkan semua tuduhan yang mengakibatkan Sonia dipenjara pada 12 tahun lalu.

Halaman
123
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help