TribunLampung/

Gawat! Setiap 3 Menit, Satu Anak Didiagnosis Kanker

Jika setiap 3 menit ada 1 anak, maka dalam satu hari ada 480 anak di dunia yang terdeteksi kanker.

Gawat! Setiap 3 Menit, Satu Anak Didiagnosis Kanker
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Kanker sering kali dianggap penyakit yang hanya menimpa orang dewasa. Padahal, anak-anak, bahkan sejak lahir pun bisa terkena kanker. Sampai saat ini belum diketahui pasti penyabab kanker pada anak.

Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Ira Soelistyo mengatakan,
diperkirakan ada 120 anak terkena kanker dari 1 juta anak setiap tahunnya.

"Bahkan sekarang ini di dunia dikatakan, setiap 3 menit satu anak didiagnois
kanker. Jadi dalam satu jam ada 20 anak (terdeteksi kanker)," kata Ira dalam acara CSR Alfacart.com.

Data itu pula yang diungkapkan Ketua Childhood Cancer International, Carmen Auste. Jika setiap 3 menit ada 1 anak, maka dalam satu hari ada 480 anak di dunia yang terdeteksi kanker.

Ira menceritakan, kasus kanker anak di Indonesia pun mulai banyak telihat sejak adanya layanan BPJS Kesehatan.

"Jadi lebih banyak dari mereka yang berani berobat, karena fasilitas kesehatan yang diberikan sekarang lebih baik," kata Ira.

Rumah singgah yang dimiliki YKAKI sendiri awalnya hanya dapat menampung 5 anak pada tahun 2006. Kemudian berkembang menjadi 28 anak.

Rumah singgah pun sering kali selalu penuh. Hingga akhirnya, kini kapasitasnya bisa mencapai 50 anak.

Adapun kanker yang paling banyak ditemui pada anak-anak adalah leukemia atau kanker darah.

Anak juga bisa terkena kanker tulang, neuroblastoma (kanker saraf) dan kanker bola mata atau retinoblastoma. Retinoblastoma merupakan satu-satunya kanker yang bisa dideteksi dini.

Beberapa organ tubuh anak yang terletak di sekitar perut, seperti hati, ginjal, hingga indung telur juga bisa terkena kanker.

Pengobatan kanker pada anak umumnya juga dengan kemoterapi, radioterapi, dan tindakan operasi.

 
Penulis: Dian Maharani

Tags
Kanker
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help