TribunLampung/

Kenapa Pemakaian Bulan Lalu dan Berikutnya Sama Tapi Tagihan Justru Naik?

Kepada Yth PLN Lampung. Saya minta penjelasan pembayaran listrik Januari 2017 (angka meter 3087700 - 3055400) tagihan Rp 184.822

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka A Solihin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kepada Yth PLN Lampung. Saya minta penjelasan pembayaran listrik Januari 2017 (angka meter 3087700 - 3055400) tagihan Rp 184.822, berbeda dengan pembayaran di bulan Februarai 2017 (3055400 - 3087700) tagihan Rp 248.961.

Jumlah pemakaian sama kenapa beda pembayaran? Mohon penjelasannya. Badruzzaman s IDPEL 171200480300 Jl. Lada ujung 2 No 28, Gedung meneng, Bandar Lampung.

Pengirim: +6282179959xxx

Dampak Berlaku Subsidi Listrik Tepat Sasaran

Kami ucapkan terima kasih atas pertanyaan yang diajukan oleh pelanggan dengan nomor ponsel 082179959xxx. Kami ingin menginformasikan bahwa perbedaan jumlah tagihan yang dialami oleh Saudara merupakan dampak dari diberlakukannya Subsidi Listrik Tepat Sasaran per 1 Januari 2017.

Subsidi Listrik Tepat Sasaran merupakan program dari pemerintah yang mencabut subsidi bagi pelanggan dengan daya 900 VA golongan Rumah Tangga Mampu.

Sehingga, biaya listrik yang dikenakan pada pelanggan dengan daya 900 VA golongan Rumah tangga Mampu sudah tidak mendapatkan subsidi listrik dari pemerintah.

Apabila Saudara merasa masih berhak untuk mendapatkan subsidi (bukan termasuk Rumah Tangga Mampu), anda bisa segera melakukan pengaduan penerapan Subsidi Listrik Tepat Sasaran dengan cara melapor ke kantor desa atau kelurahan setempat.

Pelapor hanya perlu mengisi formulir pengaduan yang sudah disediakan oleh kantor desa atau kelurahan setempat. Kemudian pihak kantor desa atau kelurahan akan meneruskan laporan Saudara ke kantor kecamatan dan/atau kantor kabupaten.

Oleh kecamatan atau kabupaten, pengaduan Saudara akan diteruskan ke Posko Pusat yang akan melakukan verifikasi dan penanganan terhadap pengaduan tersebut.

Hendri A.H.
PLT Deputi Manajer Hukum & Humas PLN

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help