Kliennya Ditetapkan Tersangka Korupsi, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Dino

Kejaksaan Tinggi Lampung kembali menetapkan Reza Pahlevi dan Diza Noviandi (Dino) sebagai tersangka kasus korupsi bantuan perlengkapan siswa miskin

Kliennya Ditetapkan Tersangka Korupsi, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Dino
shutterstock
ilustrasi hakim 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kejaksaan Tinggi Lampung kembali menetapkan Reza Pahlevi dan Diza Noviandi (Dino) sebagai tersangka kasus korupsi bantuan perlengkapan siswa miskin di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

Ahmad Handoko, kuasa hukum Dino, mengaku belum mengetahui kliennya kembali ditetapkan sebagai tersangka. “Kami belum menerima surat penetapan tersangka terhadap klien kami,” ujar dia saat dihubungi Tribun Lampung, Jumat (17/2/2017).

Handoko juga belum mengetahui pasti apakah tim penyidik baru mengeluarkan surat perintah penyidikan baru atau sudah mengeluarkan surat penetapan tersangka. “Sprindik dan surat penetapan itu berbeda. Ini yang belum kami tahu. Penyidik baru mengeluarkan sprindik atau sudah menetapkan tersangka,” jelas dia.

Handoko meminta penyidik bersikap hati-hati dan cermat dalam menetapkan Dino sebagai tersangka. Jika Dino dijadikan tersangka, tutur Handoko, harus jelas dulu berapa jumlah kerugian negaranya.

Ini, tutur dia, sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XIV/2016. Handoko berpendapat, di dalam putusan MK itu, penyidik harus sudah mengetahui jumlah kerugian negara secara pasti sebelum menetapkan seorang menjadi tersangka.

Handoko juga membantah keterlibatan kliennya dalam perkara korupsi bantuan perlengkapan siswa miskin di Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. Menurut dia, Dino tidak tahu menahu mengenai proyek tersebut.

“Dino juga bukan direktur perusahaan rekanan dan tidak ada uang yang mengalir ke rekening Dino. Silakan dicek oleh PPATK,” jelas Handoko. Handoko memastikan akan pihaknya akan mengambil langkah hukum terkait penetapan Dino sebagai tersangka.

Saat ditanyakan apakah langkah hukum tersebut berupa gugatan praperadilan, Handoko belum mau menjawab. “Kami (tim kuasa hukum) akan bicarakan dulu. Yang pasti akan ada langkah hukum,” tegasnya.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help