TribunLampung/

BREAKING NEWS: Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Pemilik 1.200 Ekstasi

Jajaran Direktorat Narkoba Polda Lampung menembak mati seorang bandar narkoba bernama Ade Yunizar alias Kojek alias Lahor.

BREAKING NEWS: Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba Pemilik 1.200 Ekstasi
HANDINING
Ilustrasi narkoba. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jajaran Direktorat Narkoba Polda Lampung menembak mati seorang bandar narkoba bernama Ade Yunizar alias Kojek alias Lahor.

Kojek dilumpuhkan polisi dengan timah panas karena saat penangkapan pada Senin (6/3/2017) dini hari, di Jalan Saleh Raja Kusuma, Telukbetung Selatan, pelaku mengeluarkan senjata api, yang diarahkan ke petugas Opsnal Subdit III Reserse Narkoba Polda.

“Tersangka saat akan ditangkap, dia malah mengeluarkan senjata api. Makanya, anggota kami melumpuhkan tersangka, yang merupakan bandar besar narkoba, yang menyuplai di tempat-tempat hiburan malam di Bandar Lampung,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Komisaris Besar Abrar Tuntalanai, saat gelar perkara di kamar mayat Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, Selasa (7/3/2017).

Dari tersangka Kojek, kata Abrar, polisi mengamankan barang bukti, di antaranya 1.200 butir ekstasi, 335 gram sabu, 2 unit ponsel, 1 unit motor Yamaha Mio hitam nopol BE 4585 CX, 1 timbangan digital, 1 bungkus plastik klip, 1 senpi rakitan jenis revolver beserta 3 amunisi, ATM, dan uang tunai. 

Menurut Abrar, tersangka yang merupakan residivis kasus narkoba dan kasus penganiyaan itu, ditangkap berdasarkan penyamaran anggotanya, yang berpura-pura hedak membeli narkoba, dengan memesan satu ons sabu senilai Rp 20 juta.

“Saat itu, terjadi kesepakatan untuk bertemu di Jalan Saleh Raja Kusuma Yuda, ternyata pelaku sudah mengetahui kalau itu petugas. Setelah itu, pelaku malah mengeluarkan senpi dan menembak ke petugas. Petugas sempat memberi peringatan, tapi tidak diindahkan, maka langsung dilumpuhkan. Setelah dibawa ke RS Bhayangkara, pelaku dinyatakan sudah tewas,” tukasnya. 

Abrar menegaskan, pelaku  yang tinggal di Jalan Yos Sudarso Gang Ikan Kacangan, Sukaraja, Bumi Waras, diketahui pernah menyuplai narkoba ke mantan Irwasda Polda Lampung yang pernah terjerat narkoba pada 2013, yakni Komisaris Besar Suyono. 

“Benar tersangka ini pernah terlibat menyuplai narkoba ke mantan Irwasda Polda Lampung tahun 2013 lalu,” tegas Abrar. 

Sementara, Kapolda Lampung Irjen Sudjarno menegaskan, pemberantasan narkoba di wilayah Lampung akan terus digencarkan, khususnya kepada bandar dan pengedar, akan tetap dilakukan tindakan tegas. 

“Bandar maupun pengedar narkoba, jangan coba-coba main narkoba di Lampung, kalau tidak ingin bernasib sama dengan tersangka-tersangka yang sudah kami lumpuhkan, seperti tersangka-tersangka ini dan sebelumnya,” tegas Sudjarno, yang ikut hadir dalam gelar perkara di RS Bhayangkara. 

Sudjarno juga mengapresiasi jajaran narkoba Polda Lampung, yang sudah berupaya untuk menekan peredaran narkoba di wilayah Polda Lampung.

Ia juga meminta aparatnya tidak hanya berhenti pada kasus narkoba, tapi bisa menindaklanjuti terkait dugaan dana, yang berasal dari penjualan narkoba, dengan tindak pidana pencucian uang.

“Kami minta petugas tidak hanya melakukan penyelidikan pada kasus narkobanya saja, tapi bisa menelusuri TPPU-nya,” pungkasnya.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help