Ditanya Apakah Memotong Kepala Anggota DPRD, Brigadir Medi Menangis

Pansor tewas dimutilasi pada Jumat (15/4/2016) sekitar pukul 15.00 WIB hingga sore hari.

Ditanya Apakah Memotong Kepala Anggota DPRD, Brigadir Medi Menangis
SRIWIJAYA POST/EVAN HENDRA
Potongan tubuh korban yang ditemukan di Desa Tanjungkemala, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur 

BANDAR LAMPUNG, TRIBUN - Persidangan kasus mutilasi anggota DPRD Bandar Lampung M Pansor kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (7/3).

Pada persidangan ini mendengarkan kesaksian terdakwa Brigadir Medi Andika.

Di persidangan ini, Medi sempat menitikkan air mata ketika hakim anggota Yus Enidar mencecarnya dengan berbagai macam pertanyaan. Ini bermula saat Yus Enidar meminta Medi maju ke meja majelis hakim sambil menunjukkan foto potongan kepala Pansor.

Usai melihat foto tersebut, Yus Enidar menanyakan apakah Medi yang memotong kepala Pansor. Medi mengatakan, bukan dirinya yang memotong. Yus Enidar terus mencecar Medi mengenai peristiwa mutilasi Pansor.

"Kamu pasti tertekan kan duduk disini?" tanya Yus Enidar. Medi menjawab dirinya tertekan duduk sebagai terdakwa. Tak lama Medi mengusap mata yang mulai mengeluarkan air mata. Medi menangis.

"Kenapa kamu menangis? Kamu menyesal?" tegas Yus Enidar. Medi mengaku menyesal. Namun Medi tidak mengungkapkan maksud penyesalannya ketika ditanya oleh Yus Enidar.

Sementara Jaksa penuntut umum mencecar Medi dengan bukti-bukti yang dimiliki. Salah satunya adalah mengenai surat izin mengemudi (SIM) Medi.

Jaksa Sukaptono menyatakan, Medi pernah melintas ke Pulau Jawa bersama Tarmidi mengendarai mobil Toyota Innova milik Pansor. Jaksa menunjukkan bukti catatan pensil Pelabuhan Merak, Banten.

Di dalam catatan pensil itu, tertera scan SIM Medi di pintu masuk Pelabuhan Merak. Sukaptono memperlihatkan bukti scan SIM Medi ke majelis hakim. Majelis hakim lalu memanggil Medi untuk melihat bukti tersebut.

"Kamu pernah pinjamkan SIM kamu ke orang lain?" tanya Sukaptono. Medi menjawab tidak pernah meminjamkan SIM nya ke orang lain. "Lalu kenapa SIM saudara (Medi) ada di catatan manifes Pelabuhan Merak?" tegas Sukaptono.

Halaman
1234
Penulis: wakos reza gautama
Editor: taryono
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help